Rencana liburan sudah di depan mata. Tapi muncul kekhawatiran berat badan jadi naik drastis. Duh gimana ya mengakalinya?


Nggak mungkin dong jadi menahan godaan kulineran? Rasanya liburan jadi tidak sah tanpa jalan-jalan dan menikmati makanan khas dari daerah yang dikunjungi

Pakar obesitas dari Light House, dr Grace Judio-Kahl saat dijumpai pada Rabu (19/12/2018), berbagi tips nih Healthy Friends biar bebas worry dan bisa menikmati liburan tanpa takut berat badan naik

Kurangi sarapan
Biasanya godaan makan saat traveling terjadi di siang atau malam hari. Jadi baiknya tahan makan banyak ketika sarapan. Jangan kalorinya banuak di sarapan.

"Misalnya omelet dengan sayur-sayuran. Makan sayur meski banyak kalorinya tetap sedikit. Makan telur atau protein bisa membuat kenyang lebih lama,"

dr Grace menyampaikan biasanya batasan kalori yakni 1800-2000 kal per hari sudah habis ketika sarapan. Karena merasa sayang, banyak makanan di hotel.

"Hati-hati, menurunkan berat badan itu jauh lebih sulit daripada mengikhlaskan sarapannya," imbaunya.

Makan apa saja, minum 0 kalori
Jika memungkinkan, pilih minuman yang mengandung 0 kalori seperti teh, kopi atau air putih. Jadi mau diambil berapa banyak pun, jumlah kalori tidak akan bertambah.

"Tapi jangan ditambah gula atau susu yang tinggi lemaknya. Setelah itu boleh makan karena jatah kalorinya sudah dikurangi ketika sarapan.

Kalau breakfastnya 200 kalori terus minumnya kopi atau teh maka sehari bisa cukup untuk kulineran untuk siang dan malamnya," ujarnya.

Fokus di makan besarnya
Saat liburan, baiknya fokus ke makanan utamanya jangan ke camilannya. Cari makanan yang sifatnya mengenyangkan.

"Dikit-dikit gorengan. Jadi makan siang tapi masih ada nyemil yang bukan makanan utama. Dessert oke kalau cuma sesekali saja," tuturnya.

Makanan atau jajanan biasanya berisi gula, tepung dan garam yang mengandung kalori dalam jumlah sangat tinggi.

Fokus pada perut
Ketika traveling, sebaiknya makan makan saat perut menunjukkan tanda-tanda lapar dan bukan lapar mata.

"Ingat bahwa kita bukan di masa penjajahan yang nggak ada makanan. sekarang kita mau cari makan gampang kok. Jadi nggak usah segitunya sama makanan," katanya.

Bergerak
Di Indonesia, naik beratnya bisa lebih cepat ketika traveling. Sebab, bukan hanya karena wisata kuliner tetapi juga kebiasaan malas bergerak.

"Agak kesana dikit padahal jaraknya dekat pesan ojek online atau naik becak. Padahal, jalan kaki bisa membakar kalori sehingga tidak terjadi penumpukan lemak," kata dr Grace.

Jadi, sebaiknya perbanyak jalan kaki ya ketika sedang jalan-jalan!

Khadijah Nur Azizah
sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4351765/tips-biar-liburan-sehat-tanpa-khawatir-berat-badan-naik, akses tgl 23/12/2018.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours