Banyak orang mengira berat badan berlebih dan obesitas disebabkan semata-mata oleh kurangnya kemauan orang tersebut untuk hidup sehat. Padahal, itu tidak sepenuhnya benar.


Sebagian besar memang merupakan hasil dari perilaku makan dan gaya hidup. Namun pada beberapa orang, bisa juga didorong oleh berbagai faktor biologis seperti genetika, hormon, dan faktor lingkungan.

Berikut ini detikHealth merangkum berbagai kasus obesitas ekstrem yang pernah menggemparkan.

Titi Wati, 350 Kg


Wanita dengan berat badan 350 kg, Titi wati (37), mengaku sulit melakukan aktivitas sehari-hari. Dikutip dari detikNews bahkan untuk sekedar berdiri pun wanita asal Kalimantan Tengah ini tak mampu untuk menopang berat badannya. Separah apakah obesitas yang dialami Titi?

"Obesitas seperti ini sudah masuk ke dalam tingkatan yang ekstrem, yaitu obesitas morbid," jelas dokter spesialis gizi klinik dari RS Pondok Indah - Puri Indah, dr Raissa E djuanda, M Gizi, SpGK, saat dihubungi detikHealth.

Menurut dr Raissa kasus yang menimpa Titi Wati (37) ini termasuk dalam obesitas yang harus segera ditangani dengan tindakan operasi.

"Bila sudah seekstrem ini sih lebih baik untuk segera mengambil tindakan operasi bariatrik, atau juga operasi pengecilan lambung. Pola makan juga tetap diatur, serta diet harus terus berjalan dikombinasikan dengan obat-obatan yang telah dianjurkan," tutur dr Raissa.

Untuk mencegah obesitas dr Raissa menyarankan untuk selalu memantau indeks massa tubuh (IMT).

Aria Permana, 190 Kg


Pernah mendengar kabar dari Aria Permana (12), bocah pengidap obesitas berat ini sudah banyak menunjukkan kemajuan, meski berat badannya belum turun secara maksimal.

Badannya sudah tidak segemuk dahulu. Bocah yang berumur 12 tahun itu sudah sering bermain sepak bola, volley, hingga badminton.

"Sekarang sudah lincah. Berat badannya menyusut, pagi tadi beratnya 109 kilogram," kata Ade Soemantri, ayah kandung Aria Permana saat ditemui detikcom di kediamannnya, beberapa waktu lalu.

Tubuh Aria jelas terlihat menyusut terutama di bagian leher dan pipinya, Bahkan saaat ini, Aria sudah bisa berlari-lari. Saat jam istirahat sekokah, Aria kerap bermain bola bersama teman-temannya, seperti saat dikunjungi detikcom pada (25/4/2018).

Kondisi ini sangat berbeda dengan dua tahun lalu. Saat itu Ariya tak bisa sekolah. Ketika berumur 10 tahun, ia tak bisa berjalan karena kegemukan. Berat badannya saat itu mencapai 192 kilogram. Bahkan Musim Rekor Indonesia (MURI) menetapkan Aria sebagai anak dengan bobot terberat sedunia pada 18 Maret 2017.

Penyusutan berat badan Aria secara drastis terjadi setelah menjalani bedah bariatrik di Rumah Sakit Omni, Alam Sutera, Tangerang, Mei 2017 lalu. Lewat operasi itu, lambung Aria diperkecil hingga tersisa sepertiga dari ukuran asli.

Yudi Hermanto, 310 Kg


Yudi Hermanto, pria asal Karawang mengalami kenaikan berat badan drastis. Bobot badan pria 33 tahun ini mencapai 310 kg.

Dikutip dari detikNews, saking beratnya, dia sudah tak bisa berjalan. Bahkan untuk sekedar buang air, pria asal Desa Sirnabaya, Kecamatan Telukjambe Timur itu menggunakan pispot. Sejak senin lalu (4/12/2017), Yudi pun dirawat di RSUD Karawang.

Yudi bercerita, berat badannya mulai naik pada tahun 2015. Saat itu, dia bekerja sebagai petugas sekuriti di perusahaan katering terkemuka di Karawang, Yudi selalu bertugas malam hari, kerap diberi sisa makanan katering oleh sopir mobil catering.

Yudi mengaku selalu menyantap makanan pemberian para sopir itu. "Ya dimakan saja. Soalnya enak, ada daging ayam, sapi, ikan dan lainnya. Semua saya suka. Enggak ada pantangan," Ujarnya.

Yudi bercerita, seteah bekerja selama setahun sebagai sekuriti, berat badannya mencapai 110 Kg. ia pun berhenti bekerja pada pertengahan tahun 2016. Sejak saat itu ia pun menganggur,

Di waktu menganggur kebiasaan makan Yudi semakin tidak terkontrol. Setiap hari, Yudi menghabiskan waktu dengan menonton TV dan makan.

Tim dokter RSUD Karawang menyatakan Yudi mengalami obesitas ekstrem. Ruhimin, Kasubag Humas RSUD Karawang menyatakan, saat ini, Yudi sedang ditangani oleh dokter spesialis penyakit dalam. " Kita sedang periksa darah pasien, kabar terakhir, kita sedang berupaya mengeluarkan cairan dari dalam perut pasien," kata Ruhimin kepada wartawan.

Selvia Dwi Susanti, 179 Kg


Selvia Dwi Susanti (15), seorang remaja di Lumajang, memiliki bobot hingga 179 kilogram dan kini sedang mendapatkan perhatian tim dokter Puskesmas Bluluk.

Dihubungi oleh detikHelath, dr Handy Wing, SpB, FBMS, FICS, dokter spesialis bedah umum di OMNI Hospital Alam Sutera, Tangerang, yang dulu pernah menangani Aria Permana 'Bocah Tergemuk,' menjelaskan bahwa dengan tinggi 145 cm, seharusnya berat badan ideal Selvia 50 Kg.

Pertanyaan pun bermunculan, apakah tidak bisa langsung memangkas bobot dengan melakukan sedot lemak? Sayangnya, menurut dr Hamdy, sedot lemak tidak bisa banyak membantu untuk kasus obesitas berat.

"Harus terapi komprehensif melalui tim dokter yang terdiri dari bebagai disiplin ilmu disertai support dari keluarga terdekat," jelasnya.

Casey King, 317 Kg


Casey King (34), seorang pria di Inggris yang menghabiskan hari-harinya dengan tidak melakukan banyak kegiatan. Dikutip dari Metro, ia terbiasa bangun pada tengah hari dan kemudian bermain video game atau menonton televisi di rumah.

"Saya hanya duduk telanjang di sana semampunya dan tidak ada yang mengganggu saya. Saya aman dan video game adalah tempat saya melarikan diri," katanya saat diwawancarai the Ton.

Casey mengatakan bahwa video game adalah tempat di mana ia diterima tanpa harus melihat bentuk tubuh dan berat badannya. Sepanjang hari, ia hanya bermain video games. Casey sempat diusir dari rumah ibunya karena tidak melakukan apapun.

"Aku tidak akan pernah berpikir pada umur 34 akan tinggal bersama ayahku, aku tidak punya pekerjaan, tidak punya uang seungguhan dan hanya akan bermain video game sepanjang hari dan makan," katanya.

Seperti orang putus asa, Casey bahkan memprediksi akan memakan dirinya sendiri hingga ajal menjemputnya. Artinya, ia tidak akan melakukan apapun selain makan dan bermain video game.

Ayunda Septiani
sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4375993/5-kasus-obesitas-ekstrem-yang-pernah-bikin-heboh, akses tgl 13/01/2019.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours