Interaksi obat dan makanan dapat mengurangi manfaat obat bahkan dapat menimbulkan efek yang merugikan pasien


Adakah Pengaruh Makanan Dan Minuman Dengan Obat?

Interaksi obat merupakan perubahan efek suatu obat akibat pemakaian obat lain (interaksiobat dengan obat atau oleh makanan, obat tradisional dan senyawa kimia lain).

Beberapa jenis makanan dan minuman berpotensi menyebabkan interaksi dengan obat yang dikonsumsi.Sebaiknya obat diminum dengan air putih, kecuali untuk obat-obatan tertentu.

Meskipun beberapa interaksi obat mungkin berbahaya bahkan fatal, interaksi yang lain bisa bermanfaat untuk kesehatan tubuh.Terdapat pula obat-obatan yang lebih mudah ditoleransi oleh tubuh bila dikonsumsi bersamaan dengan makanan.

Salah satucara yang paling umum makanan mempengaruhi efek obat adalah dengan mengubah cara obat-obat tersebut diuraikan ( dimetabolisme ) oleh tubuh.

Jika makanan mempercepat enzim pencernaan, maka obat akan lebih singkat berada di dalam tubuh dan menjadi kurang efektif. Jika makananmemperlambatenzim, obat akan berada lebih lama dalam tubuh dan menyebabkan efek samping yang tidak dikehendaki.

Untuk Menghindari Interaksi Obat Yang Tidak Diinginkan

1. Baca label obat dengan teliti, apabila kurang memahami dapat ditanyakan pada Dokter yang meresepkan

2. Baca semua aturan pakai, peringatan dan pencegahan interaksi obat yang tercantum pada label obat dan kemasan

3. Minum obat dengan air putih kecuali mendapat rekomendasi cara pakai lainnya dari Dokter atau Apoteker

4. Jangan mencampur obat dengan makanan atau membuka cangkang kapsul kecuali atas petunjuk Dokter

5. Jangan mencampur obat dengan air panas ataupun minuman berperisa

6. Vitamin atau suplemen kesehatan sebaiknya jangan diminum bersamaan denganobat

7. Saat konsultasi dengan Dokter, beritahukan semua jenis obat dan vitamin yang sedang dikonsumsi saat ini untuk mencegah terjadinya interaksi

Contoh Interaksi Obat Dengan Makanan

  • Antibiotik(Siprofloksasin, Tetrasiklin, Azitromisin) tidak boleh diminum bersama susumaupun produk susu karena menyebabkan terbentuknya senyawa khealat yang membuat Antibiotik sulit diserap dalam tubuh sehingga dapat terjadi gagal terapi.
  • Reaksi antara zat besi (misalnya dalam daging / bayam) dengan Antibiotik golongan Fluorokuinolon akan menurunkan kinerja Antibiotik.
  • Meminum kopi bersamaan dengan obat pemacu Susunan Syaraf Pusat misalnya Metilfenidat akan meningkatkan denyut jantung, menimbulkan rasa cemas dan gangguan tidur.
  • Konsumsi obat lambung Antasida bersamaan dengan makanan yang mengandung vitamin A dan B akan menurunkan penyerapan vitamin.
  • Kandungan zat tanin dalam teh akan menghambat penyerapan obat yang mengandung zat besi maupun senyawa aktif lainnya.
  • Jangan minum Alkohol bila sedang mengonsumsi obat penurun panas seperti Paracetamol karena dapat mengakibatkan kerusakan hati dan perdarahan saluran cerna.
  • Obat asma (Teofilin, Albuterol, Ephinephrine) bila berinteraksi dengan makanan berlemak tinggi dapat meningkatkan kadarobat dalam darah sehingga efek samping yang timbul semakin besar.
  • Konsumsi bawang dan makanan bervitamin E bersamaan dengan obat Warfarin dapat menimbulkan efek pengenceran darah yang berlebihan.
  • Makanan atau minuman yang mengandung tiramin seperti alkohol, keju dan daging olahan tidak boleh dikonsumsi bersama-sama dengan obat antidepresan, karena dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.

admin
sumber : http://rsudkotabogor.org/web/interaksi-antara-obat-dan-makanan/#!, akses tgl 06/01/2019.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours