World Health Organization (WHO) memperingati Hari Diabetes Sedunia pada 14 November setiap tahunnya. Orang dengan obesitas tentu memiliki risiko diabetes yang lebih tinggi dan risiko penyakit lainnya.


Kelebihan berat badan atau obesitas merupakan akibat dari pola hidup masyarakat yang kurang sehat seperti konsumsi junk food berlebihan yang tidak diimbangi dengan olahraga teratur.

Penyebab obesitas salah satunya adalah kurangnya aktivitas fisik yang dilakukan oleh masyarakat. Seseorang harus sadar ketika berat badannya bertambah seiring dengan peningkatan risiko penyakit lainnya. Dikutip dari Times of India, berikut tanda obesitas yang perlu diperhatikan.

Sesak napas
Mereka yang obesitas seringkali mengalami kesulitan bernapas. Orang yang gemuk mengalami sesak napas karena adanya lemak di sekitar leher mereka. Lemak ekstra juga membuat aliran udara sulit mengalir keluar masuk ke paru-paru.

Sakit lutut
Obesitas dapat berdampak buruk pada lutut. Berat badan yang berlebih dapat memberikan tekanan lebih pada lutut dan pergelangan kaki sehingga membuat punggung terasa sakit juga kaku.

Hal ini juga berdampak pada postur tubuh karena sakit lutut akan membuatmu kesulitan untuk berjalan. Kondisi ini juga membuat olahraga menjadi sulit. Oleh karena itu, mulailah dengan berjalan di pagi atau sore hari serta hindari makanan yang tidak sehat.

Tekanan darah tinggi
Obesitas menjadi salah satu penyebab utama tekanan darah tinggi. Obesitas dapat menyebabkan tekanan darah tinggi juga bisa meningkatkan risiko diabetes, penyakit kardiovaskular dan penyakit ginjal kronis. Oleh karena itu, usahakan untuk menjaga bentuk tubuh tetap ideal.

Sakit punggung
Selain menghambat gaya hidup, obesitas juga menyebabkan sakit luar biasa pada punggung. Mereka yang obesitas harus mendapatkan perawatan dari dokter orthopedi untuk meringankan gejala sakit punggung yang mereka alami.

Tiga diagnosa sakit punggung yang paling umum terjadi pada pasien obesitas adalah penyakit degeneratif tulang belakang, kurangnya cairan pada cakram tulang belakang, dan penyempitan saluran tulang belakang.

Depresi
Beberapa orang dengan kelebihan berat badan mungkin akan merasa malu dan takut mendapatkan perundungan dan body-shaming. Orang yang obesitas juga cenderung menghindari pertemuan kelompok. Hal ini tentu akan membuat mereka merasa cemas dan depresi.

Mendengkur
Berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko obstructive sleep apnea atau gangguan tidur yang membuat berhenti bernapas untuk sementara. Orang yang obesitas memiliki terlalu banyak beban pada leher sehingga mereka mendengkur saat tidur.

Khadijah Nur Azizah
sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4301251/jangan-anggap-remeh-berikut-6-tanda-obesitas-yang-perlu-kamu-perhatikan, akses tgl 10/01/2019.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours