Inisiasi menyusui dini (IMD) merupakan langkah awal tumbuh kembang anak yang optimal. Oleh karena itu, bayi yang baru lahir harus segera diberikan kesempatan untuk mulai insiasi menyusu sendiri.

Dr. Utami Roesli, SpA, spesialis anak dari RS. St Carolus menerangkan cara melatih bayi untuk melakukan IMD adalah dengan membiarkan kontak kulit bayi dengan kulit ibu setidaknya satu jam atau lebih sampai menyusui awal selesai.

"Bayi yang lahir normal diletakan di perut ibu segera setelah lahir. Dengan kulit ibu melekat pada kulit bayi selama setidaknya 1 jam, dalam usia 20 menit bayi merangkak kearah payudara, dan pada 50 menit bayi tersebut akan menyusu," terang dr. Utami, di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu ( 21/6 ).

Jangan khawatir bayi akan kedinginan, karena kulit ibu mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan suhunya dengan suhu yang dibutuhkan bayi.

Terdapat lima tahapan perilaku bayi sebelum menyusui. Dalam 30 menit pertama adalah istirahat siaga, bayi sesekali melihat ibunya dan menyesuaikan dengan lingkungan. Tahap kedua, 30 hingga 40 menit bayi akan mengeluarkan suara gerakan menghisap, memasukan tangan ke mulut. Selanjutnya, bayi akan mengeluarkan air liur. Setelah itu, kaki bayi akan menekan-nekan perut ibu untuk bergerak ke arah payudara.

Lalu, pada tahap akhir, bayi akan menjilat-jilat ibu, menyentuh puting dengan tangannya, menghentakan kepala ke dada ibu menoleh ke kanan dan ke kiri. "Setelah itu bayi akan menemukan puting, menjilat, mengulum puting susu, membuka mulut dan melekat dengan baik," terangnya.

Bila dalam satu jam menyusu awal belum juga terjadi, dekatkan bayi ke puting ibu. Namun jangan memasukan puting ke mulut bayi, beri waktu 30 menit atau 1 jam lagi. "Rawat juga ibu dan bayinya dalam satu ruangan, dalam jangkauan ibu selama 24 jam. Berikan ASI saja tanpa makanan lain tidak diberi dot atau empeng," kata dia.

Ia mengungkapkan, bayi yang lahir normal dan dipisahkan dari ibunya, 50 persen tidak bisa menyusu. Sementara bayi yang lahir dengan tindakan dan dipisahkan dari ibunya, 100 persen tidak bisa menyusu.

Meski IMD sangat dibutuhkan, lanjut dia, kondisi ibu dan bayi juga harus dalam keadaan stabil. "Jika terjadi pendarahan pada ibu, baik karena operasi atau apapun, segera hentikan IMD, karena hasilnya justru tidak akan maksimal," terangnya.

Penulis: RDI  
SUMBER : http://health.kompas.com/read/2009/06/21/11344574/Setelah.Bayi.Lahir..Segera.Lakukan.IMD, akses tgl 04/09/2010.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours