Katanya bisa memicu kanker


"Makan daging anjing dengan sayur kol...", penggalan lirik dari lagu band Punxgoaran ini sempat viral beberapa waktu lalu. Banyak orang mempertanyakan maksud dari lirik tersebut, khususnya soal mengonsumsi daging anjing.

Ketua Dewan Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Wiwiek Bagja menyatakan daging anjing tidak termasuk untuk dikonsumsi. Hal ini berdasarkan Undang-undang Pangan Nomor 8.

Lain halnya dengan sayur kol atau kubis. Banyak olahan makanan yang memanfaatkan sayur kol. Seperti sayur asem, sayur sop, kol goreng, dan sebagainya.

"Kol merupakan sayuran hijau yang miskin gizi, tapi kaya vitamin C dan zat besi," kata Ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor, Ali Khomsan, saat dihubungi IDN Times, kemarin.

Lalu, bagaimana sebaiknya aturan mengonsumsi sayur kol? Simak ulasannya berikut ini!

1. Kol bisa bikin perut kita kembung, lho!

Menurut Pedoman Gizi Seimbang dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, setiap 100 gram kembang kol mentah mengandung 25 kalori, 5 gram karbohidrat, 3 gram serat, 2 gram gula, 30 miligram natrium, dan 1 gram protein.

Selain itu, kol mengandung riffinose yang tinggi. Sifat zat ini susah dicerna oleh lambung yang menyebabkan kita kembung. "Kol memang mengandung karbohidrat kompleks yang tidak bisa dicerna secara langsung, tetapi bisa diproses oleh bakteri di usus dan menghasilkan gas," tutur Ilmuwan Nutrisi, Matthew Lantz Blaylock, kepada IDN Times, Jumat (14/12).

Sejumlah pakar gizi juga menyatakan hal tersebut memang sudah biasa terjadi. Pasalnya, kol memang cenderung menghasilkan gas yang membuat seseorang kembung kalau terlalu banyak mengonsumsinya.

Dampak tersebut berlaku jika seseorang tidak terbiasa mengonsumsi kol dalam jumlah besar. Menurut para ahli, mengonsumsi kol amannya satu mangkuk atau 1/4 kilogram setiap harinya.

2. Kol bisa mengganggu penyerapan yodium

Di dalam kol tersimpan zat kimia (goitrogens) yang dapat mengganggu penyerapan yodium tubuh. Tenang, masalah tersebut baru terjadi kalau kamu mengonsumsinya dalam keadaan mentah.

"Jika dimasak, senyawa itu akan hancur dan tidak ada masalah untuk makan kol," ucap Matthew. Tak hanya kol, senyawa tersebut juga ada di brokoli, kubis, lobak, kacang, kedelai, bayam, dan kangkung,

3. Kol punya sisi positif yang baik untuk dikonsumsi

"Setiap makanan selalu memiliki sisi baik dan sisi negatif. Gak usah memuji makanan tertentu," tutur Ali. Sama halnya dengan kol, meskipun ada kekurangannya, masih ada manfaat yang bisa kita dapatkan, kok.

Setiap 100 gram kembang kol dapat memenuhi 77 persen kebutuhan vitamin C, 19 persen kebutuhan vitamin K, kalsium 2 persen, dan 2 persen zat besi harianmu. Bahkan, kol termasuk makanan khasiat yang fungsional. Salah satunya bisa mencegah risiko terkena kanker.

Baiknya kol dikonsumsi dengan cara direbus atau dikukus. Banyak orang yang menganggap kol itu bisa menyebabkan kanker jika digoreng. Gak sepenuhnya benar, sih.

Faktanya gak hanya kol, semua makanan jika digoreng akan merangsang munculnya senyawa amina heterosiklik yang bersifat karsinogenik. Kandungan tersebut bisa memicu kanker. Jika memang pengin digoreng, pastikan kamu mengontrol suhu penggorengan dan jenis minyak yang digunakan.

4. Masih khawatir mengonsumsi kol setiap hari?

Gak ada ruginya mengonsumsi kol setiap hari. Namun lebih disarankan untuk mengonsumsi sayuran yang lebih beragam. "Sayur kan ada banyak warna, semakin warna-warni, antioksidannya semakin beragam. Gizinya relatif sama, kok," ucap Ali.

Selain itu, lebih baik menyeimbangkan konsumsi sayuran dataran rendah dan dataran tinggi. Menurut dia, hal tersebut bisa mengurangi asupan pestisida yang masuk ke dalam tubuh. "Biasanya sayuran dataran rendah hampir tidak pernah diberikan pestisida dibandingkan sayuran dataran tinggi," tutur Ali.

Daripada memikirkan sisi buruknya, mengonsumsi makanan yang alami itu justru sangat baik untuk kita. Sayangnya konsumsi sayuran dan buah orang Indonesia itu sangat kurang. Rata-rata orang Indonesia hanya mengonsumsi sayuran dan buah sebanyak 100 gram per hari.

"Anjurannya adalah 400 gram yang terdiri dari 250 gram sayur dan 150 gram buah-buahan," kata Ali.

Nah, semoga setelah membaca ini, kamu bisa semangat untuk memenuhi kebutuhan sayur dan buah per hari ya!

Reza Iqbal
sumber : https://www.idntimes.com/food/dining-guide/reza-iqbal/ternyata-ini-dampak-baik-dan-buruk-dari-sayur-kol-kamu-wajib-tahu, akses tgl 21/01/2019.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours