Kesibukan hidup di kota besar sering kali membuat warganya tidak sempat lagi menjaga kesehatannya dengan cara-cara seperti berolahraga, tidur cukup, dan makan makanan seimbang. Sebagai gantinya, cara lebih praktis pun diambil, misalnya, dengan mengonsumsi suplemen kesehatan.


Dalam Survei Kesehatan dan Kesejahteraan Indonesia 2010 yang dilakukan oleh Philips dengan melibatkan 1.004 responden terungkap bahwa 49 persen penduduk rutin mengonsumsi vitamin atau suplemen. Wanita merupakan kelompok yang paling banyak mengonsumsi suplemen (52 persen), sedangkan pria hanya 45 persen.

Hasil survei juga menunjukkan, 13 persen masyarakat masih percaya pada herbal atau pengobatan tradisional untuk mencegah penyakit. Sementara itu, 14 persen responden menjawab, mereka menerapkan pola makan tertentu untuk menjaga kesehatannya.

Vitamin dan suplemen memang diperlukan untuk menjaga kondisi tubuh. Masyarakat perkotaan yang sibuk dan banyak mengalami stres ditambah lingkungan yang penuh polusi memang menimbulkan kebutuhan akan formula yang mampu menyediakan zat gizi seimbang serta penawaran racun yang terbentuk dalam tubuh (antioksidan).

Akan tetapi, perlu diingat bahwa sifat suplemen adalah pelengkap dan pemelihara kesehatan, bukan untuk pengobatan dan pencegahan penyakit. Yang terbaik untuk membuat tubuh tetap sehat adalah tetap makan makanan yang seimbang, istirahat cukup, dan olahraga teratur.

Penulis: AN
Editor: Lusia Kus Anna 
sumber : http://health.kompas.com/read/2010/12/14/16081751/49.Persen.Penduduk.Rutin.Minum.Suplemen, akses tgl 17/12/2010.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours