Diet tak berarti Anda hanya memperhatikan asupan makanan berlemak dan mengonsumsi nasi, roti atau pasta sesukanya. Sebab, asupan karbohidrat berlebih justru bisa menjadi pintu gerbang masuknya ragam penyakit seperti diabetes.


Pakar Nutrisi PT. Nutrifood, Susana, menuturkan masyarakat Indonesia umumnya menjalankan diet yang berkiblat pada diet masyarakat barat yakni minimalisir konsumsi makanan berlemak tinggi tapi melupakan pasokan karbohidrat ke dalam tubuh.

“Diet masyarakat barat umumnya fokus pada pengurangan makanan berlemak. Itu karena mereka banyak mengonsumsi daging dan sedikit karbohidrat. Sementara masyarakat asia, ketika berdiet haruslah fokus pada pengurangan makanan berkarbohidrat tinggi, lantaran menjadikan nasi sebagai makanan utama, “ tukasnya di sela acara peluncuran buku “Sure You Can DO Diet” oleh PT. Nutrifood Indonesia di Jakarta, Kamis (27/5).

Selain itu, lanjutnya, acuan indeks massa tubuh masyarakat barat dan asia juga berbeda. Di barat, IMT yang tergolong gemuk adalah lebih dari 2.9 sedangkan IMT orang asia lebih dari 2.5. Karena itu, pola diet yang mengacu pada masyarakat barat tidak sesuai dengan karakter masyarakat Asia terutama Indonesia. “Sebabnya, diet harus disesuaikan dengan kultur yang dianut individu,” ujar Susana.

Sebelumnya, studi terbaru menunjukkan, konsumsi makanan rendah karbohidrat setelah olahraga aerobik meningkatkan sensitivitas insulin. Peningkatan sensitivitas insulin akan membantu tubuh menyerap gula (glukosa) dari peredaran darah dan menyimpannya di otot dan jaringan lain sehingga bisa dipakai sebagai energi. Sebaliknya resistensi insulin bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2 atau penyakit jantung.

Hasil riset lainnya juga menunjukan variasi konsumsi buah dan sayuran seperti wortel, jeruk, ubi jalar dan pepaya pada diet mutlak diperlukan. Pasalnya, tidak semua buah dan sayuran favorit terbaik bagi kesehatan.

Kalangan medis berkeyakinan, ketika selera diperluas maka individu telah menghargai keberadaan variasi buah dan sayuran yang lain. Variasi itu lebih baik ketimbang mengkonsumsi buah yang sama.

“Diet hanya memiliki sumbangsih 50 persen dan sisanya jalani olahraga dan gaya hidup sehat tentunya,” pungkasnya.

Red: Ririn Sjafriani
Rep: cr2
sumber : http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/10/05/29/117636-beda-bangsa-beda-cara-dietnya-lho, akses tgl 02/12/2010.



Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours