Dokter Spesialis Gizi Juwarlita Surapsari mengatakan ibu perlu memastikan bahan pangan mentah dimasak sampai matang sempurna. Contohnya, warna merah muda pada daging tidak terlihat lagi ketika sudah matang.


Penting juga bagi para ibu memperhatikan nutrisi seimbang untuk anak. Nutrisi seimbang terdiri dari makronutrien dan mikronutrien, yakni karbohidrat, protein hewani dan nabati, hingga sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian.

Ibu perlu lebih memperhatikan keamanan pangan untuk menghindari kontaminasi bakteri yang dapat menimbulkan penyakit bawaan pangan.

“Ketelitian ibu dalam mempersiapkan bahan makanan dengan baik akan bermanfaat untuk menjaga kandungan gizi yang optimal yang disajikan,” kata Juwarlita beberapa waktu lalu.

Ia kemudian mengungkapkan ada tiga tahap yang perlu diperhatikan ibu dalam menjaga keamanan pangan. Pertama, pemilihan bahan pangan segar dan kemasan.

Cek seluruh permukaan buah dan sayur. Pilih buah dan sayur yang masih segar, tidak berkerut, dan tidak ada perubahan warna atau busuk.

Bila membeli buah yang sudah di potong, pastikan buah tersebut diambul dari lemari pendingin atau diberi es sekelilingnya. Kedua, tentang penyimpanan makanan. Sayuran dan buah disimpan di lemari pendingin dalam wadah terpisah.

Cuci sayuran ketika akan dimasak. Selanjutnya, segera simpan daging, ikan, ayam, produk susu (perishable foods) ke lemari pendingin dalam waktu satu sampai dua jam.

Ketiga, proses pengolahan dan penyajiannya. Sayuran yang dimasak dengan menggunakan air, zat gizi dan vitaminnya akan larut ke dalam air.

“Kalau tujuannya dibikin sup, dikonsumsi dengan kuahnya,” ujar perempuan yang akrab disapa Lita ini.

Terdapat korelasi antara perhatian ibu saat menyiapkan makanan dengan perilaku anak dalam pembentukan kebiasaan makan si buah hati. Kepala Divisi Perkembangan Anak, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen FEMA IPB Dwi Hastuti, mengungkapkan peran penting ibu dalam menentukan pangan aman dan sehat telah dimulai sejak anak dalam kandungn.

Anak juga melihat pola, kebiasaan, serta tata cara makan ibu dan akan mencontohnya.

“Oleh sebabnya makanan yang disajikan setiap hari sebaiknya beragam, mengandung gizi seimbang dan aman. Jangan hanya mengikuti kehendak anak,” katanya.

Untuk membentuk kebiasaan baik anak akan makanan sejak dini, ibu dapat memberikan penjelasan yang masuk akal serta melatih anak membuat pilihan sesuai kebutuhan.

Dengan melatih anak berpikir logis, anak akan lebih mudah melakukan pilihan serta terbiasa menimbang manfaat, dan tidak menuruti ego.Makanan yang aman dan bernutrisi merupakan salah satu unsur utama untuk mendukung anak dan keluarga yang sehat. Dalam menentukan pangan yang dikonsumsi, ibu memiliki peran yang paling penting. [rol/syahid/voa-islam.com]

sumber : https://www.voa-islam.com/read/health/2018/12/25/61477/ibu-harus-bisa-pastikan-bahan-pangan-dimasak-sampai-matang/, akses tgl 13/02/2019.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours