Sinta, 36 tahun, merasa kaget ketika hasil pemeriksaan dokter menyatakan kadar kolesterol di dalam tubuhnya mencapai 285 mg/dl dan kadar trigliseridanya 30 poin lebih tinggi dari batas normal. Karena kondisinya itu, dokter menyarankan Sinta untuk menjalani diet rendah lemak, termasuk membatasi konsumsi daging kambing. Daging kambing termasuk satu dari sekian bahan makanan yang mengandung kolesterol tinggi. Oleh karena itu, tingkat konsumsi daging kambing dalam kehidupan seharihari mesti dibatasi.


Menurut Ides Hermawan, pakar gizi dari Instalasi Gizi Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat, untuk menjalani aktivitas sehari-hari, tubuh membutuhkan kalori yang jumlahnya berbeda-beda antara perempuan dan laki-laki. Begitu pun halnya dengan ibu menyusui dan mereka yang melakukan pekerjaan berat. “Namun, pada umumnya, jumlah kalori yang dibutuhkan setiap orang mencapi 1.700 hingga 2.200 mg/dl,” kata Ides.

Sumber kalori salah satunya didapat dari lemak yang dikosumsi melalui makanan sehari-hari. Pada umumnya, makanan yang berasal dari hewan mengandung lebih banyak kolesterol dibandingkan dengan makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Contoh bahan makanan hewani ialah otak, kuning telur, hati, limpa, jantung, daging, udang, kepiting, serta susu dan hasil olahannya, seperti keju dan mentega.

Untuk menekan kadar kolesterol dalam darah, hal yang bisa dilakukan ialah membatasi konsumsi makanan- makanan yang kaya lemak dan menjalani pola makan sehat dengan kandungan gizi berimbang. Makanan dengan gizi berimbang berarti mengandung protein, lemak, karbohidrat, dan vitamin memadai. Ides mengatakan pada dasarnya tubuh sudah memproduksi sendiri kolesterol dalam jumlah yang cukup.

Sebaiknya, tambah Ides, konsumsi lemak dalam pola makan sehari-hari dibatasi karena dapat meningkatkan produksi kolesterol. Bahan makanan lain yang baik dikonsumsi ialah buah-buahan dan sayuran. Kedua jenis makanan itu secara alami berkhasiat bagi tubuh manusia serta bebas kolesterol. Selain jenis makanan, hal yang harus diperhatikan ialah cara pengolahan dan penyajian makanan tersebut supaya zat-zat penting yang terkandung di dalamnya tidak hilang.

Ketika memasak makanan, usahakan waktu memasak dan panas yang digunakan dalam kadar tidak berlebihan. Begitu pula halnya dalam mengupas buah, sebaiknya tidak terlalu banyak membuang bagian kulit. Pasalnya, di bagian dekat permukaan kulit tersebut banyak terdapat vitamin dan mineral penting. Beberapa jenis buah-buahan, seperti apel, jambu biji, dan pir bahkan dianjurkan dimakan bersama kulitnya.

Prijo Sidipratomo, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menyarankan agar masyarakat kembali pada pola makan sehat seperti yang sudah diajarkan selama ini, yakni empat sehat lima sempurna. Konsumsi jenis-jenis makanan itu tetap dijaga kadarnya dalam porsi yang seimbang. Perubahan pola hidup, terutama pola makan, lanjut Prijo, memiliki dampak dan sangat memengaruhi kadar kolesterol dalam darah.

Menurut Prijo, mengonsumsi makanan mengandung banyak serat, seperti buah-buahan dan sayuran, sangat baik dibandingkan dengan makanan yang digoreng dan bersantan. Upayakan juga mengurangi makanan-makanan yang berkadar gula tinggi. Selain memperhatikan pola konsumsi, kebiasaan gaya hidup sehat dengan melakukan olah raga rutin dan banyak aktivitas fisik merupakan salah satu cara mengurangi kadar kolesterol dalam darah.

nik/L-2 
sumber : http://www.koran-jakarta.com/berita-detail.php?id=67946, akses tgl 18/11/2010.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours