BAHAN kimia bisphenol yang ditemukan pada botol plastik untuk bayi diketahui dapat meningkatkan risiko sang bayi terkena kanker di kemudian hari. Dalam sebuah uji coba, pada bayi tikus yang baru saja dilahirkan diberikan bisphenol, diketahui umumnya mereka akan mengidap prakanker seiring dengan pertambahan usia. 


Dengan kadar kimia yang sama dengan yang terdapat dalam tubuh manusia para peneliti pun berkesimpulan hasil itu relevan pula terhadap kesehatan bayi manusia.

Padahal, beberapa waktu yang lalu Badan Pengawasan makanan Eropa baru saja mengemukakan kadar bahan kimia dalam produk yang digunakan sehari-hari terbilang sangat rendah sehingga tak akan membahayakan kesehatan, menurut jurnal Reproductive Toxicology edisi Oktober 2010. Badan Standardisasi Makanan juga mengatakan bahwa bisphenol A yang biasanya terdapat pada tempat CD, pelapis kaleng, kacamata hitam, pisau dan garpu plastik tak akan membahayakan kesehatan.

Meski begitu, peneliti Amerika, melalui percobaan menggunakan tikus, justru menunjukkan adanya risiko kanker prostat akibat terpapar bisphenol. Peneliti dari Universitas Illinois Gail Prins mengatakan, "Penemuan tentang adanya risiko kanker abibat paparan bisphenol ini sangatlah relevan dengan manusia." Sebelumnya, bisphenol A memang kerap dikaitkan dengan masalah fertilitas, kanker payudara, kanker prostat, dan serangan jantung.

Maka itu, kini banyak orang yang khawatir dengan produk yang menggunakan bisphenol. Mereka pun akhirnya mengurangi konsumsi makanan kalengan, tidak mengunakan wadah plastik yang lebih memilih wadah dari kaca, porselen, atau stainless steel bila memungkinkan. Kanker prostat memang merupakan kanker yang angkanya terbilang cukup tinggi pada pria setelah kanker paru-paru. (Pri/OL-06)

sumber : http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2010/10/12/3205/2/Bisphenol-pada-Botol-Bayi-Picu-Kanker, akses tgl 26/05/2011

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours