Manfaat kesehatan jantung dengan mengkonsumsi minyak ikan dan asam lemak Omega 3  yang terkandung didalamnya, telah terdokumentasi dengan baik sejak laporan pertama kali di awal tahun 1970an, oleh Dr. Jorn Dyerberg dan rekan-rekannya serta dipublikasi dalam jurnal The Lancet dan The American Journal of Clinical Nutrition. Saat ini, asam lemak rantai panjang yang tak tersaturasi atau polyunsaturated fatty acids (PUFA) berkaitan dengan perbaikan dari profil lemak darah, menurunkan kecenderungan trombosis serta memperbaiki tekanan darah dan denyut jantung serta memperbaiki fungsi pembuluh darah. 


Asam lemak Omega-3 yang mengandung DHA dan EPA, mempunyai kaitan yang luas dengan benefit kesehatan termasuk diantaranya mengurangi resiko penyakit jantung dan pembuluh darah serta kanker. Selain itu, perkembangan janin selama kehamilan , persendiaan dan memperbaiki fungsi tingkah laku serta mood.

Peningkatan asupan asam lemak omega-3 dapat menurunkan resiko penyakit jantung dan serangan jantung pada orang yang kurang/rendah mengkonsumsi ikan sebagaimana studi klinis yang dilakukan oleh Dr. Goedde dan rekan, dari Universitas Wageningen Belanda dan dipublikasi dalam journal of Nutrition March 2010. Sebagaimana laporan studi, asupan harian asam dokosahexanoat dan asam eikosapentaenoat (eicosapentaenoic acid/EPA and docosahexaenoic acid /DHA) kurang lebih 240 mg berhubungan dengan penurunan sekitar 50 % dari resiko terjadinya penyakit jantung koroner atau Coronary heart disease (CHD), dibandingkan hanya mendapat asupan 40 mg.

Peneliti mengukur hubungan antara respon dengan dosis rendah asam dokosahexanoat (DHA) dan asam eikosapentaenoat dengan asupan ikan pada penyakit jantung koroner dan infark miokard (Myocard Infarction). Pada populasi orang Belanda berdasarkan studi kohor, yang berjumlah 21.342 peserta antara usia  20 - 65 tahun dengan tanpa riwayat Infark (MI) atau stroke. Hazard ratio (HR) dihitung dengan Cox proportional-hazard models. Selama 9 - 14  tahun follow-up (rerata 11,3 tahun) sebanyak 647 peserta meninggal dunia (3%) dengan 82 kasus PJK (CHD). Kasus PJK yang fatal terutama berkaitan dengan infark miokard sebanyak 64 kasus. Total sebanyak  252 peserta dapat bertahan hidup dari serangan infark miokard. Nilai asupan median dalam quartile EPA+DHA adalah 40, 84, 151, dan 234 mg/hari. Nilai median konsumsi ikan dalam quartile adalah 1,1, 4,2, 10,7 dan 17,3 g/hari. Dibandingkan dengan nilai quartile EPA+DHA terendah, peserta dalam quartile puncak mempunyai 49% resiko lebih rendah terhadap penyakit PJK fatal dengan 95% CI: 6- 73% dan  62% lebih rendah resikonya untuk infark miokard fatal dengan 95% CI: 23 - 81%. Peneliti menganalisa hubungan antara respon dengan dosis yang berlawanan untuk asupan EPA+DHA dan kasus fatal  CHD (P-trend = 0,05) dan Infark miokard fatal (P-trend = 0, 01). Hasil adalah serupa pada konsumsi ikan.  Berdasarkan hasil tersebut, rerata asupan tertinggi DHA dan EPA adalah 234 mg perhari , berkaitan dengan  penurunan 51 % resiko dari penyakit jantung koroner (CHD) yang fatal, dibandingkan dengan rerata asupan yang terrendah yaitu  40 mg per hari.

Kesimpulan dari studi bahwa pada populasi yang mengkonsumsi ikan secara rendah, pemberian DHA + EPA serta konsumsi ikan dapat mengurangi kejadian penyakit jantung koroner /PJK yang fatal serta serangan jantung infark miokard, terkait dengan hubungan dosis yang lebih tinggi dari DHA dan EPA tersebut.

Oleh: IWA
sumber : http://www.kalbe.co.id/articles/20550/omega-3-memberikan-manfaat-kesehatan-jantung-pada-orang-yang-kurang-mengkonsumsi-ikan.html, akses tgl 09/12/2010.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours