Tren Jus Seledri, Ini Kata Ahli

Seledri memang mengandung zat anti-inflamasi.


Minum jus seledri saat ini sedang menjadi tren. Jus, tentu saja, bukanlah hal baru. Jus seledri dipercaya memberikan segudang manfaat, termasuk memulihkan penyakit kronis.

Beberapa penggemar tren jus seledri mengklaim jus sayuran ini penuh dengan antioksidan dan mineral yang baik untuk meningkatkan kesehatan, mulai dari pencernaan, kekebalan hingga kesehatan emosional. Tetapi apakah para pakar medis setuju? Berikut adalah sejarah singkat dari jus seledri serta pemaparan dari segi medis.

Tren jus seledri

Tren jus seledri populer dalam beberapa bulan terakhir, termasuk dikenalkan televisi, majalah wanita, Instagram, hingga situs gaya hidup milik selebritas. Contohnya, Gwyneth Paltrow dan Kim Kardashian yang baru-baru ini mengunggah postingan mencoba jus seledri.

Aktivis kesehatan, seperti Anthony Williams, yang dikenal sebagai Medical Medium juga memiliki beberapa buku dan lebih dari satu juta pengikut di Instagram. Ia menulis blog tentang jus seledri setidaknya sejak 2015.

Menurut Williams, yang bukan dokter atau profesional medis berlisensi itu, khasiat seledri paling kuat ketika dikonsumsi dalam bentuk cair. "Saya telah melihat ribuan orang yang menderita penyakit kronis dan misteri memulihkan kesehatan mereka dengan meminum 16 ons jus seledri setiap hari saat perut kosong," tulisnya di situsnya.

Dia mengklaim jus seledri dapat membalikkan peradangan yang menyebabkan banyak penyakit kronis dan autoimun. Jus seledri juga kaya akan garam sodium cluster yang belum ditemukan. Jus seledri disebut memiliki sifat antiseptik dan dapat membunuh virus seperti herpes zoster dan bakteri seperti Streptococcus. Seharusnya, garam-garam mineral itu juga menjaga otak agar berfungsi dengan kecepatan tinggi, menyeimbangkan pH tubuh, dan membersihkan hati, ginjal, lambung, hingga tiroid.

Para penggemar jus seledri memberi tahu Anda minuman tersebut harus dikonsumsi tanpa dikombinasi dengan buah-buahan atau jus sayuran lainnya. Jus ini juga harus dikonsumsi di pagi hari dalam kondisi perut kosong.

Untuk membuat jus seledri, Medical Medium merekomendasikan membilas satu seledri organik, jika mungkin dan membuatnya melalui juicer. Jika tidak ada juicer, Anda bisa memotong seledri dengan halus dan memasukkannya ke dalam blender dengan kecepatan tinggi hingga halus, lalu saring dengan baik.

Minum jus seledri segera untuk hasil terbaik. Direkomendasikan, meminum setidaknya 16 ons setiap hari, tetapi jika itu terlalu banyak untuk Anda, mulailah dengan jumlah yang lebih kecil dan tingkatkan bertahap. Jus seledri tidak tinggi kalori, jadi Anda masih perlu sarapan. Tapi tunggu 15 hingga 30 menit setelah minum pagi sebelum makan apa pun, agar jus seledri memiliki efek besar.

Apa Pendapat Ahli Gizi tentang Tren Ini?

Ahli gizi kinerja berbasis di New York dan Los Angeles Cynthia Sass setuju seledri memang menawarkan beberapa manfaat yang cukup mengesankan. Banyak orang menganggap seledri sebagai sayur yang dibuang.

"Tapi selain sangat rendah kalori dan sumber serat, seledri juga menyediakan vitamin K, folat, potasium, dan lebih dari selusin jenis antioksidan," kata dia, dilansir Kitchn.

Zat alami dalam seledri juga telah terbukti membantu mengoptimalkan sirkulasi serta meningkatkan daya tahan dan latihan kekuatan saat dikonsumsi sebelum latihan. Seledri juga memang mengandung zat anti-inflamasi, yang mampu membantu melindungi kerusakan sel dan mendukung usus yang sehat.

Namun, kata dia, hanya ada sedikit penelitian tentang jus seledri sehingga manfaat potensial tidak ditetapkan dengan baik, juga porsi atau frekuensi konsumsi yang optimal. Tanpa penelitian untuk mendukung banyak klaim tentang jus seledri, tidak ada cara mengetahui gambaran lengkapnya, baik manfaat maupun potensi risiko bagi orang-orang tertentu.

Misalnya, jus seledri dapat berinteraksi dengan obat-obatan dan suplemen, atau dapat menyebabkan reaksi alergi, terutama bagi orang-orang yang peka terhadap birch, dandelion, dan tanaman lainnya. Seledri (dan jusnya) juga dapat meningkatkan sensitivitas terhadap sinar matahari yang dapat meningkatkan risiko orang terkena sinar matahari.

Lalu ada pertanyaan tentang meminumnya, daripada memakannya dalam bentuk alami. Jus seledri lebih terkonsentrasi dan banyak mengandung nutrisi, tapi Sass mengatakan jus seledri boleh dikonsumsi setiap hari, asalkan Anda tidak alergi.

"Tapi jangan mengandalkan jus seledri sebagai obat mujarab. Dan jangan terlalu menekankan tentang apakah Anda membuat jus di pagi hari, meminumnya sendiri, atau mengunyah batang potongan baru di samping sandwich saat makan siang karena tidak ada bukti satu cara lebih baik daripada cara lain," ujarnya.

Terakhir, kata Sass, jangan berasumsi jus seledri saja akan memberi Anda semua nutrisi yang dubutuhkan guna melawan penyakit dan berfungsi sebaik mungkin, dikarenakan profil nutrisinya masih sangat terbatas. Tapi Anda bisa mengonsumsi seledri atau jus seledri bersama dengan beragam sayuran lain sebagai bagian dari diet makanan yang bersih, seimbang, dan utuh.

Rep: Santi Sopia/ Red: Ani Nursalikah
sumber : https://gayahidup.republika.co.id/berita/pmjca5366/tren-jus-seledri-ini-kata-ahli, akses tgl 23/07/2019.

Posting Komentar

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget