Anak dengan pinggang yang besar disinyalir memiliki risiko penyakit jantung yang lebih besar dari pada anak anak yang memiliki ukuran pinggang rata-rata.


Dalam sebuah penelitian Los Angeles Biomedical Research Institute di Harbor-UCLA Medical Center (LA BioMed) terhadap 4.667 anak, para peneliti menemukan mereka yang memiliki lingkar pinggang yang lebih tinggi memiliki denyut jantung lebih tinggi. Denyut jantung ini diketahui terkait dengan peningkatan risiko gangguan jantung.

Gangadarshni Chandramohan, MD, peneliti dari LA BioMed mempelajari data dari 4.667 anak-anak berumur 6 sampai 17 tahun, yang merupakan bagian dari Survei Kesehatan Nasional dan Pemeriksaan Gizi Ketiga.

Penulis penelitian mengukur lingkar pinggang untuk mengidentifikasi anak yang berisiko untuk penyakit jantung. "Kami menemukan indeks massa tubuh anak-anak tidak berkorelasi dengan tekanan nadi yang lebih tinggi, tapi justru lingkar pinggang mereka," kata Dr Chandramohan.

Candramohan menyatakan, studi ini menunjukkan dokter anak perlu mengukur pinggang dalam pemeriksaan rutin anak untuk membantu menentukan risiko gangguan jantung. Mengukur lingkar pinggang lebih sederhana dan lebih murah daripada mengukur indeks massa tubuh. "Perlu indeks baru untuk mengukur berbagai parameter fisiologis seperti obesitas dan faktor risiko kardiovaskular," kata Dr Chandramohan.

Studi sebelumnya menemukan denyut nadi yang tinggi- perbedaan antara pembacaan darah sistolik dan diastolik tekanan - meningkatkan risiko pasien gangguan jantung yang berhubungan - seperti halnya tekanan darah tinggi.

Nur Rochmi | Sciencedaily
sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2010/11/23/brk,20101123-293725,id.html, akses tgl 23/11/2010.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours