POLA makan anak sebaiknya dipantau sehingga ia tidak mengalami kegemukan atau obesitas. Karena, menurut hasil penelitian terbaru, terungkap bahwa kegemukan pada anak merupakan pertanda bahwa ia berisiko terkena penyakit jantung di usia paruh baya nanti. 


Dalam sebuah studi yang memantau remaja yang kelebihan berat badan, ditemukan bahwa pembuluh darah mereka mengalami kondisi kaku seperti halnya kondisi yang biasa ditemukan pada orang dewasa yang terkena penyakit kardiovaskular.

Pemimpin penelitian Kevin Harris, saat Kongres Kardiovaskular Kanada 2010, menyampaikan bahwa pada kondisi itu seolah-olah proses penuaan telah terjadi di aorta mereka.

"Kami tentunya terkejut dengan hasil ini yang menunjukan bahwa pembuluh darah pada anak-anak obesitas telah mengalami kondisi kaku," kata Harris.

Ia lalu menerangkan, "Kekakuan aorta pada anak obesitas merupakan indikator awal penyakit kardiovaskular."

Aorta adalah arteri terbesar pada tubuh manusia yang bersumber dari bilik kiri jantung dan membawa darah beroksigen kepada semua bagian tubuh dalam peredaran sistemik.

Peningkatan kekakuan pada aorta biasanya terjadi seiring dengan penambahan usia dan menandakan kondisi jantung di masa depan.

Rata-rata usia anak dalam penelitian ini adalah 13 tahun. Harris dan koleganya mengevaluasi sebanyak 63 anak obesitas dan membandingkannya dengan 55 anak yang memiliki berat badan normal. Dalam melakukan penelitian ini, para peneliti memantau tekanan darah, lipid, dan indeks massa tubuh anak-anak.

Menurut Harris, aorta yang normal memiliki kualitas elastis yang menyangga aliran darah. "Ketika elastisitas hilang, aorta pun menjadi kaku. Itulah yang kemudian berpotensi menimbulkan penyakit kardiovaskular".(Pri/X-12)

sumber : http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2010/11/01/3284/2/Anak-Kegemukan-Berisiko-Sakit-Jantung, akses tgl 01/11/2010.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours