Benarkah Biji Pala itu Haram?

Yuk kita kenalan dulu sama pohon pala...


Pohon pala adalah salah satu spesies dari genus Myristica. Pala wangi (Myristica fragrans) adalah spesies paling penting secara komersial yang merupakan tanaman asli di Kepulauan Banda, Maluku. Pala wangi juga tumbuh di Pulau Penang di Malaysia, Karibia, khususnya di Grenada dan Kerala, sebuah negara bagian di selatan India.

Tanaman pala ini memiliki pohon yang berkayu, rata-rata memiliki tinggi sekitar 10-20 meter. Pohon pala mulai berbuah saat berumur 7-9 tahun dan mencapai produksi maksimal setelah berumur 20 tahun.

Buah pala memiliki warna hijau agak kekuning-kuningan, berkulit tipis, dan berdaging tebal dengan warna daging kuning pucat atau kuning kehijauan. Diameter buah pala bervariasi antara 5-9 sentimeter. Daging buah pala memiliki tekstur yang padat dan agak bergetah yang berbau tajam. Buah pala yang matang di pohon akan lekang terbelah dagingnya, sehingga dapat terlihat bijinya.

Sebutan untuk pala sering digunakan untuk penyebutan biji-biji buah pala. Biji buah pala berwarna kecokelatan, berbentuk agak lonjong seperti telur yang panjangnya sekitar 2-3 sentimeter dengan berat rata-rata 5-10 gram. Sedangkan, bunga pala (fuli) adalah lapisan lembut berwarna kemerahan yang menyelimuti biji buah pala.

Kandungan zat gizi dalam buah pala

Dalam 100 gram buah pala terdapat 525 kalori. Berikut adalah kandungan zat gizi yang bisa Anda dapatkan dari sekitar 100 gram buah pala.

  • Lemak total: 36 gram atau 56 persen dari angka kebutuhan gizi (AKG) harian
  • Protein: 6 gram atau 12 persen dari AKG
  • Sodium: 16 miligram atau 1 persen dari AKG
  • Zat besi: 17 persen dari AKG
  • Kalsium: 18 persen dari AKG
  • Vitamin A: 2 persen dari AKG
  • Vitamin C: 5 persen dari AKG

Manfaat buah pala :

1. Meningkatkan kesehatan otak
Manfaat buah pala yang pertama adalah untuk menjaga kesehatan otak. Buah pala mengandung senyawa myristicin dan macelignan. Senyawa ini dapat mengurangi kerusakan sistem saraf dan fungsi kognitif yang umumnya dimiliki pasien demensia atau penyakit Alzheimer.

2. Mengurangi rasa sakit
Salah satu komponen buah pala mirip dengan mentol, yaitu sama-sama mampu menghilangkan rasa sakit secara alami. Oleh karena itu, dengan menambahkannya sebagai bumbu masakan, anda bisa mengurangi rasa sakit yang terkait dengan luka, ketegangan, dan peradangan kronis dari kondisi seperti arthritis.

3. Mengatasi masalah pencernaan
Serat yang terdapat pada buah pala dapat merangsang proses pencernaan dengan mendorong gerakan peristaltik pada otot polos usus.

Selain itu, merangsang sekresi berbagai cairan lambung dan usus yang memudahkan proses pencernaan. Kandungan serat pada buah pala juga dapat membantu masalah pencernaan seperti diare, sembelit, dan perut kembung.

4. Menjaga kesehatan mulut
Sifat antibakteri yang dimiliki buah pala, secara efektif dapat membantu membersihkan bakteri penyebab bau mulut atau halitosis. Selain itu, buah pala juga dapat meningkatkan kekebalan gusi dan gigi Anda. Serta dapat mengobati masalah gusi dan sakit gigi

5. Mengobati Insomnia
Buah pala mengandung magnesium yang tinggi. Magnesium adalah mineral yang sangat penting dalam tubuh dalam mengurangi ketegangan saraf bahkan merangsang pelepasan serotonin, yaitu hormon yang menciptakan rasa rileks.

6. Membantu mengeluarkan racun dari tubuh
Buah pala dapat bertindak sebagai tonik, yaitu zat yang bisa mengeluarkan racun-racun tubuh. Oleh sebab itu buah pala mampu meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Buah pala dapat membantu menghilangkan racun yang tersimpan atau terakumulasi di hati dan ginjal. Manfaat buah pala ini mampu membuat organ-organ tubuh bersih dari racun yang tersimpan, misalnya saja seperti alkohol, obat-obatan, polusi, atau makanan.

7. Merawat kulit
Manfaat buah pala dalam menjaga kesehatan dan kecantikan kulit, belum sepenuhnya dipahami. Namun, obat herbal dan tradisional sudah lama menggunakannya. Umumnya, buah pala diaplikasikan pada kulit dengan dicampur oleh air atau madu.

8. Mengendalikan tekanan darah
Kandungan mineral dalam buah pala efektif dalam menjaga fungsi organ. Kalium yang terkandung dalam buah pala, dapat membantu meregangkan pembuluh darah, sehingga dapat mengurangi tekanan darah dan menurunkan ketegangan pada sistem kardiovaskular.

Nah, yang mau kita bahas di sini sekarang adalah biji pala. Itu lho yang suka dijadikan rempah dalam masakan.

Namun, di balik semua manfaat dari buah pala, ternyata ada beberapa efek samping yang ditimbulkan jika dikonsumsi secara berlebihan.

Menurut sumber yang disalir pada itd.unair.ac.id, menggunakan bubuk biji pala pada bumbu masakan dalam jumlah yang berlebihan akan mengakibatkan halusinasi sampai tidak sadarkan diri.

Terlebih lagi, jika di konsumsi dalam jumlah yang besar dapat mengakibatkan jantung berdebar-debar, kejang, mual, dehidrasi, dan bahkan kematian. Nah, hati-hati ya gaes, mau makanannya jadi enak malah menimbulkan keracunan masal buat keluarga.

Hal yang menyebabkan seseorang bisa mabuk karena mengonsumsi bubuk biji pala adalah karena adanya senyawa miristisin (myrsticin). Zat beracun yang ada pada biji pala.

Mengutip Fatwa yang dinukilkan dari Lembaga Fatwa Kerajaan al-Hasyimiyah, Yordania, mengatakan ulama dan ahli kedokteran sepakat, bahwa biji pala termasuk tanaman bius yang bisa merusak akal, tetapi pengaruhnya sebatas bius, bukan memabukkan, apalagi jika sedikit.

Menurut dr Muhammad al-Bar dalam kitabnya al-Mukhaddirat, jika dikonsumsi dalam jumlah besar, biji pala bisa membius penikmatnya. Bila dikonsumsi secara terus menerus, bisa merusak fungsi hati, seperti racun pembunuh. Atas dasar inilah, para ulama sepakat, konsumsi biji pala dalam jumlah banyak hukumnya haram.

Akan tetapi, para ulama berbeda pendapat apa hukum mengonsumsi biji pala dalam jumlah sedikit. Menurut Mazhab Hanafi, sebagian Mazhab Syafii dan Maliki, biji pala itu haram hukumnya, tanpa membedakan kadarnya, baik banyak atau sedikit. Ini merujuk hadis riwayat Abu Dawud, bahwa segala perkara memabukkan haram hukumnya, entah banyak atau sedikit.

Sedangkan sebagian besar dari Mazhab Maliki dan Syafii memberikan kriteria perkara yang menjadi dua bagian. Pertama, benda cair seperti khamar atau anggur. Hukumnya najis dan haram baik banyak atau sedikit. Kedua, benda padat seperti biji pala.

Berbeda dengan bagian pertama, kategori kedua ini dianggap suci dan tidak membahayakan dalam jumlah sedikit. Mereka memperbolehkan pemakaiannya dalam kadar sedikit untuk penyedap makanan dengan batas kewajaran, tak sampai memabukkan. Bahkan sebagian kecil Mazhab Maliki menyatakan boleh memakan sedikit saja biji pala langsung, tanpa dicampur apapun.

Dalam kitab al-Fatawa, Imam ar-Ramli yang bermazhab Syafii berkata, "Boleh mengonsumsi biji pala bila sedikit dan haram bila banyak.” Sedangkan dalam kitab Mahabib al-Jalil yang bercorak Maliki dinukilkan demikian: ”Biji pala termasuk merusak, namun sedikit saja boleh, hukumnya suci, dan menurut al-Barazli, sebagian imam kita membolehkan konsumsi biji pala untuk menghangatkan saraf, dan syaratnya harus dicampur dengan obat, tetapi secara umum, hukumnya boleh.”

Belakangan, Konferensi Fikih Kedokteran Organisasi Kerjasama Islam ke-8 di Kuwait pada 1995 menyimpulkan, bahan-bahan narkotika adalah terlarang (haram) dan tidak diperbolehkan untuk mengkonsumsinya kecuali untuk tujuan pengobatan tertentu.

Takaran pemakaiannya berdasarkan ketentuan dokter dan murni tanpa adanya campuran bahan (kimia) lainnya. Sedangkan pemakaian biji pala untuk penyedap rasa masakan dalam jumlah sedikit tidak memabukkan atau menghilangkan kesadaran akal.

Pendapat yang sama juga dinukilkan dari pakar fikih abad ke-21 almarhum Syekh Wahbah az-Zuhaili. Menurut tokoh asal Damaskus Suriah ini, hukumnya boleh menggunakan biji pala dalam kadar sedikit sebagai bumbu penyedap baik untuk makanan, kue, dan sejenisnya. Bila dalam jumlah besar maka hukumnya haram. Di Arab Saudi, penggunaan biji pala diperbolehkan bila telah dicampur dengan bahan rempah lainnya dalam kadar yang dibolehkan, yakni tidak lebih dari 20 persen saja.


Jadi gaess, sudah ada kesimpulan belum? Kalo saya pribadi masih pakai biji pala untuk beberapa masakan. Tapi tentunya dengan jumlah yang sangat sedikit. Misalnya untuk memasak 1 kilogram daging sapi kita hanya perlu menambahkan seujung kuku biji pala yg dihaluskan. Kalo kamu?

sumber : https://kumparan.com/rika-ekawati/benarkah-biji-pala-itu-haram-1542972643552328200, akses tgl 22/08/2019.

Posting Komentar

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget