Hingga kini, masih ada 13 orang Kabupaten Asmat yang dalam pengobatan gizi buruk. Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengkhawatirkan menurunnya gizi pada masyarakat yang telah membaik kondisinya.


Untuk itu, Menkes Nila mengharapkan adanya budidaya daun kelor untuk meningkatkan gizi masyarakat Asmat. Karena daun kelor memiliki nutrisi yang cukup tinggi.

"Kelor itu bagus sekali lho sebenarnya. Hanya kita tidak mengenalnya saja," ujarnya saat ditemui di Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan, Jl Hang Jebat III Blok F3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/2/2018).

Lantas apa kandungan yang ada dalam daun kelor? Untuk mengetahuinya, detikHealth menghubungi ahli pangan dari Universitas Sahid Jakarta, Prof dr Hardinsyah, MS.

"Daun kelor sebagai sayuran tinggi vitamin dan mineral. Mineralnya itu kalsium, potasium, terus ada vitamin A dan C. Kemudian ada protein, tapi ya nggak sebanyak yang ada di telur," ujarnya melalui saluran telepon.

Daun hijau ini memiliki klorofil yang terkandung antioksidan di dalamnya. Seperti yang kita ketahui, bahwa antioksidan adalah senyawa yang dapat menangkal radikal bebas.

"Antioksidan itu kan bisa menangkal zat bahaya," tambah Prof Hardin sapaan akrabnya.

Meski menurut Prof Hardin pohon kelor ini jarang ditemukan di tanah Papua, namun pohon yang bernama ilmiah Moringa oleifera ini mudah tumbuh di mana saja.

"Asal batangnya ditancap saja mudah tumbuh," pungkasnya.

Widiya Wiyanti
sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-3857407/daun-kelor-disinggung-menkes-untuk-gizi-buruk-asmat-apa-sih-kandungannya?l992206755=, akses tgl 13/08/2019.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours