Air Susu Ibu (ASI) merupakan asupan esensial yang dibutuhkan dalam proses tumbuh kembang bayi. 


Saking pentingnya, World Health Organization (WHO) dan United Nation Children’s Fund (Unicef) menetapkan setiap tanggal 1 hingga 7 Agustus sebagai Pekan Air Susu Ibu (PAS) sedunia.

Kampanye pemberian ASI secara ekslusif selama enam bulan pun selalu digalakkan oleh WHO. Pasalnya, lewat menyusui kebutuhan nutrisi bayi dapat terpenuhi.

Bahkan, dikutip dari Urban Child Institute, ASI memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan daya pikir bayi.

Perlu diketahui, daya pikir bayi akan berkembang pesat sepanjang dua tahun pertamanya.

Itulah mengapa, menukil Kompas.com, Sabtu (4/8/2016), bayi ASI memiliki Intelligence Quotient (IQ) lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang tidak mendapat ASI.

Selain berdampak pada perkembangan kognitif, masih dari sumber yang sama, ASI juga memiliki manfaat lain.

Di antaranya memperkuat bonding atau ikatan antara ibu dan bayi, menurunkan risiko sejumlah penyakit, hingga mengoptimalkan sistem pencernaan bayi.

Oleh karena besarnya manfaat ASI bagi bayi, maka sudah semestinya selama masa menyusui, ibu mengonsumsi makanan bergizi demi menunjang kualitas ASI yang diproduksi.

Sayangnya, seperti diwartakan Kompas.com, Minggu (24/3/2019), Sekretaris Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Universitas Indonesia Sandra Fikawati mengatakan, masih banyak ibu yang tidak mengetahui makanan apa saja yang diperlukan selama masa menyusui.

Padahal, makanan yang dikonsumsi tidak boleh sembarangan. Selain itu, dari segi kebutuhan nutrisi pun amatlah berbeda. Dibandingkan dengan ibu hamil, ibu menyusui membutuhkan nutrisi jauh lebih banyak.

Nutrisi ibu menyusui 

Dilansir Kompas,com, Rabu (22/1/2014), ibu menyusui perlu memenuhi kebutuhan nutrisi dengan membiasakan diri mengonsumsi makanan bervariasi dan seimbang, baik yang bersumber dari nabati maupun hewani dengan perbandingan 1:1.

Adapun nutrisi yang dibutuhkan selama masa menyusui di antaranya seperti karbohidrat kompleks. Sumbernya bisa ditemukan pada gandum, kacang-kacangan, sayur, dan buah-buahan.

Lalu protein, yang diperlukan untuk perkembangan jaringan saraf dan daya pikir bayi. Bahkan, menurut riset, asupan ini dapat menentukan kecerdasan bayi kelak.

Untuk memenuhi kebutuhan protein selama menyusui, ibu bisa menemukannya pada beberapa makanan, seperti telur, daging tanpa lemak, ikan, olahan susu, dan biji-biijian.

Berikutnya adalah Omega-3. Lemak sehat yang terdiri dari DHA dan EPA diperlukan karena dapat mempengaruhi perkembangan mata dan daya pikir bayi. Salah satu sumber makanan yang kaya akan kandungan nutrisi ini adalah ikan laut.

Kemudian ada zat besi, yang juga memegang peranan penting selama masa menyusui. Kekurangan nutrisi ini dapat mengakibatkan ibu rentan mengalami anemia.

Untuk memenuhi kebutuhan zat besi, ibu menyusui disarankan mengonsumsi makanan, seperti kacang-kacangan, tahu, tempe, hati sapi atau ayam, dan sayuran berwarna hijau gelap.

Nutrisi selanjutnya yang tak kalah penting untuk ibu maupun bayi, adalah kalsium. Dikutip dari Kompas.com, Rabu (22/1/2014), selama masa menyusui seorang ibu membutuhkan kalsium idealnya 1.000 miligram per hari.

Bila tidak terpenuhi, maka bayi akan mengambil nutrisi tersebut dari cadangan kalsium yang terdapat pada tulang ibu, sehingga mengakibatkan osteoporosis atau tolong keropos.

Menurut Studi Osteoporosis and Related Bone Diseases National Resource Center National Institute of Health (NIH), selama masa menyusui wanita kerap kehilangan tiga hingga lima persen massa tulang.

Maka dari itu, untuk memenuhi kebutuhan kalsium tersebut, ibu menyusui bisa mendapatkannya melalui makanan dan minuman yang kaya akan kalsium. serta mengandung Nuelipid yang terdiri dari Gangliosides (GA) dan Docosahexaenoic Acid (DHA), yang sangat dibutuhkan dalam membantu mengembangkan daya pikir anak.

Penulis : Hotria Mariana
Editor : Kurniasih Budi
sumber : https://lifestyle.kompas.com/read/2019/08/02/182113920/jarang-terungkap-inilah-nutrisi-penting-bagi-ibu-menyusui, akses tgl 04/08/2019.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours