(1)

Supaya mereka menyaksikan berbagai perkara yang mendatangkan faedah kepada mereka serta mengingat dan menyebut nama Allah, pada hari-hari yang tertentu….” (Al-Hajj 28)


PERJALANAN Ibadah Haji benar-benar merupakan aktivitas olahraga yang terbaik. Selama melaksanakan Ibadah Haji, seorang Muslim melakukan kegiatan olah raga berjalan, bermeditasi dan berkonsentrasi. Semua kegiatan ini berguna bagi tubuh. Beberapa kajian Islam menegaskan bahwa perjalanan Ibadah Haji meningkatkan kekuatan sistem kekebalan tubuh dan memberikan lebih banyak kekuatan dan kesehatan.

Dalam ayat al-Quran terdapat isyarat bahwa bumi ini bulat seperti bola dan bukannya datar. Allah SWT telah memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk menyeru umat manusia guna memenuhi seruan Allah untuk menjalankan Ibadah Haji:

(وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ) [الحج: 27]

“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.”

Mukjizat al-Quran tampak dalam penggunaan ungkapan (يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ) ‘…datang berjalan dari segenap penjuru yang dalam ”. Al-Quran tidak menggunakan ungkapan (من كل فج بعيد)’dari segenap penjuru yang jauh’. Perkataan (عَمِيقٍ) ‘dalam’ menunjukkan bahwa terdapat kedalaman yang berbeda di atas permukaan bumi.

Para ilmuwan mengatakan bahwa berjalan dan berjalan dengan cepat (joging) merupakan pekerjaan yang paling penting untuk mencegah berbagai penyakit, terutama penyakit jantung, kolesterol, diabetes, tekanan darah tinggi, dan obesitas dan ini semua merupakan penyakit masa kini. Jika kita renungkan kegiatan Ibadah Haji ini, kita dapatkan bahwa ibadah ini sarat dengan manfaat medis. Ibadah Haji ini merupakan terapi dan sesuatu yang menyenangkan bagi tubuh dan jiwa. Oleh karena itu Allah SWT berfirman:

(لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ …) [الحج: 28].

“Supaya mereka menyaksikan berbagai perkara yang mendatangkan faedah kepada mereka….” (Al-Hajj 28)

Manfaat kesehatan dan medis dalam Ibadah Haji tidak terhitung jumlahnya, maka bagaimana pula dengan manfaat spiritualnya?

Dengan adanya fakta ini seakan-akan Allah ingin memberi isyarat kepada kita bahwa Ka`bah di Tanah Suci Mekkah itu betul-betul “rumah pertama yang diletakkan di muka bumi”. Firman-Nya:

(إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ) [آل عمران: 96].

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia,” (Ali `Imran 96).

(2)


IBADAH Haji akan memberi seorang Mukmin yang melaksanakannnya dengan sempurna kekuatan yang luar biasa yang bersumber dari aktivitasnya melakukan berbagai kegiatan Ibadah Haji. Di antaranya ada pekerjaan yang dilakukan secara terus menerus, seperti tawaf dan bersa`yi antara bukit Safa dan Marwah, salat, melempar jumrah, wuquf di Arafah, dan berpindah-pindah lokasi yang berbeda selama melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut.

Oleh karena itu, seseorang yang melaksanakan Ibadah Haji merasakan adanya kekuatan yang sangat besar yang timbul dari dalam tubuhnya karena adanya berbagai tempat untuk melaksanakan berbagai ibadah, di samping banyaknya jumlah manusia yang ia temui. Dengan ini, Ibadah Haji seakan-akan seperti kegiatan “memformat” kembali jiwa manusia, mengosongkan seluruh isinya, termasuk dari berbagai virus. Untuk itu Rasulullah SAW bersabda:

(من حج فلم يرفث ولم يفسق رجع كيوم ولدته أمه) [متفق عليه].

“Barangsiapa melaksanakan Ibadah Haji dan ia tidak berbuat keji dan dosa maka dia kembali (ke kampung halamannya) seperti hari ketika dilahirkan oleh ibunya,” (Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim).

Sumur Zamzam adalah sumur tertua di dunia. Telah terbukti secara medis bahwa air Zamzam adalah benar-benar bebas dari virus atau bakteri atau mikro-organisme, dan juga membuktikan bahwa air ini menyembuhkan penyakit yang sulit disembuhkan, bahkan ada indikasi bahwa air zamzam mengandung lebih banyak energi daripada air biasa.


Ruang dan waktu kita di sini terlalu sempit untuk menyampaikan banyak cerita tentang orang-orang yang sudah berputus asa berobat kepada sejumlah dokter. Ketika mereka melaksanakan Ibadah Haji atau Umrah dan secara tulus memasang niat sebelum minum air Zamzam yaitu memohon kesembuhan kepada Allah SWT, terbukti mereka disembuhkan oleh Allah SWT. Untuk itu dapat kiranya dikatakan bahwa perjalanan Ibadah Haji secara keseluruhan adalah sarana penyembuhan. Rasulullah SAW bersabda:

(ماء زمزم لما شُرب له) [رواه ابن ماجة].

“Air Zamzam menurut niat orang yang meminumnya,” (Hadis riwayat Ibnu Majah).


Gambar molekul air yang diperlihatkan oleh ilmuwan Jepang, Masaru Imoto mengatakan, “Air Zamzam mempunyai keistimewaan dengan adanya energi terapis yang dapat mengobati berbagai penyakit”. Berbagai studi telah menunjukkan bahwa ayat-ayat suci Al-Quran dibacakan kepada air Zamzam, energi terapis air ini bertambah dan sistem molekulnya berubah menjadi semakin teratur. Oleh karena itu Rasulullah SAW bersabda:

(ماء زمزم لما شُرب له) [رواه ابن ماجة].

“Air Zamzam menurut niat orang yang meminumnya,” (Hadis riwayat Ibnu Majah)

Mengapa kita tidak segera menjalankan Ibadah Haji untuk memperoleh banyak manfaat dan menikmati segarnya air Zamzam yang penuh berkah ini?

Para ilmuwan memastikan bahwa bermeditasi dapat menyembuhkan gangguan kecemasan. Bermeditasi merupakan strategi yang luar biasa untuk mengatur fungsi tubuh dan menghapus berbagai gangguan mental dan neurologis. Olahraga meditasi meningkatkan kapasitas mental, mendapatkan tubuh lebih mampu tidur dengan nyaman, meningkatkan kreativitas dan kemampuan untuk memecahkan masalah, meningkatkan aktivitas saraf di otak, serta meningkatkan sekresi bahan-bahan kimia di dalam otak yang merupakan salah satu faktor panjang umur. Orang yang melaksanakan Ibadah Haji akan mendapatkan bahwa ibadah ini merupakan sebuah perjalanan yang penuh kegiatan bermiditasi, merenung, berintrospeksi, dan berdoa kepada Allah. Oleh karena itu, Allah SWT berfirman:

(لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ …) [الحج: 28].

“Supaya mereka menyaksikan berbagai perkara yang mendatangkan faedah kepada mereka….” (Al-Hajj 28)


Mengapa kita tidak segera memohon kepada Allah SWT agar Dia melimpahkan rizqi-Nya kepada kita agar berkesempatan berwuquf di Arafah, bermeditasi dan merenungkan kejadian yang luar biasa ini?

Angka tujuh memiliki arti penting dalam ritual Ibadah Haji. Kita bertawaf di sekitar Ka`bah sebanyak tujuh kali, bersa`yi di antara bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali, melontar jumrah dengan tujuh kerikil, … dan dalam salat kita menghadap arah kiblat. Yang luar biasa adalah bahwa kata (القبلة) ‘kiblat’ dalam Al-Quran disebutkan sebanyak tujuh kali. Inilah ketujuh ayat tersebut:

1- (سَيَقُولُ السُّفَهَاءُ مِنَ النَّاسِ مَا وَلَّاهُمْ عَنْ قِبْلَتِهِمُ) [البقرة: 142].

“ Orang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata: “Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis)…” Al-Baqarah 142.

2- (وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِي كُنْتَ عَلَيْهَا إِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يَتَّبِعُ الرَّسُولَ) [البقرة: 143].

“ Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul…” Al-Baqarah 143

3- (فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا) [البقرة: 144].

“… maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai…”. Al-Baqarah 144.

4- (وَلَئِنْ أَتَيْتَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ بِكُلِّ آَيَةٍ مَا تَبِعُوا قِبْلَتَكَ) [البقرة: 145].

“ Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil), semua ayat (keterangan), mereka tidak akan mengikuti kiblatmu…”, Al-Baqarah 145

5- (وَمَا أَنْتَ بِتَابِعٍ قِبْلَتَهُمْ) [البقرة: 145].

“… dan kamupun tidak akan mengikuti kiblat mereka..” Al-Baqarah 145

6- (وَمَا بَعْضُهُمْ بِتَابِعٍ قِبْلَةَ بَعْضٍ) [البقرة: 145].

“… dan sebahagian merekapun tidak akan mengikuti kiblat sebahagian yang lain…” Al-Baqarah 145

7- (وَاجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قِبْلَةً وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ) [يونس: 87].

“… dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu kiblat (tempat salat) dan dirikanlah olehmu salat …”. Yunus 87.

Subhanallah! Mahasuci Allah.

Redaktur: Saad Saefullah
Sumber: 
- kaheel7
- http://www.islampos.com/masya-allah-inilah-rahasia-ibadah-haji-dalam-islam-1-134139/, akses tgl 17/09/2014.
- http://www.islampos.com/masya-allah-inilah-rahasia-ibadah-haji-dalam-islam-1-2-134138/, akses tgl 17/09/2014.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours