Perhatikan tampilan, bau, dan rasa makanan di rumah. Dengan cara ini, Anda bisa mengetahui apakah makanan terkontaminasi bakteri Escherichia coli (E coli) atau tidak.


Sebenarnya, sebagian besar bakteri E Coli tidak berbahaya. Hanya beberapa saja yang bisa menimbulkan penyakit pada makanan seperti E coli O157:H7, kata Katherine Zeratsky, RD, LD, pakar nutrisi Mayo Clinic.

Berikut panduan agar Anda bisa menghindari kontaminasi E Coli pada makanan:

  •  Bilas bahan makanan secara menyeluruh dengan cara menggosok-gosokannya dengan permukaan yang lembut.
  •  Cucilah tangan Anda, perabot rumah tangga, dan peralatan dapur dengan air hangat dan air sabun, baik setelah mempersiapkan atau makan makanan Anda. 
  •  Pisahkan bahan makanan mentah, terutama daging, dari makanan siap saji.
  •  Masak makanan dengan matang, terutama daging, dengan minimum temperatur 71 derajat Celcius. 
  •  Simpan bahan makanan yang mudah rusak di lemari es atau freezer dengan teknik penyimpanan yang baik.
  •  Hindari jus, produk susu, dan minuman apel yang tidak dipasteurisasi.
  •  Jangan mengonsumsi minuman dari sumber air yang terpolusi seperti danau atau sungai yang tak terawat.

WAF
Editor: Dini 
Sumber: 
- Mayo Clinic
- http://female.kompas.com/read/xml/2010/12/23/18370311/Mencegah.Makanan.Terpapar.Bakteri-12, akses tgl 23/12/2010. 

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours