Anda tentunya pernah mendengar tentang Monosodium Glutamat (MSG) atau yang lebih dikenal dengan vetsin (micin) bukan? Bahan yang termasuk bumbu dapur ini umumnya ditambahkan pada saat memasak makanan. MSG merupakan salah satu bahan penguat rasa, yang memberikan rasa umami (gurih) pada makanan. Rasa umami merupakan rasa dasar yang ke-lima, selain manis, asin, asam dan pahit. Sebenarnya perlu kah menggunakan MSG untuk menghasilkan rasa gurih? Mari kita simak penjelasan berikut ini:


Di beberapa negara termasuk Indonesia, penggunaan MSG dalam makanan masih termasuk dalam area abu-abu (pro dan kontra). Beberapa penelitian menunjukkan MSG memiliki dampak negatif terhadap kesehatan, namun terdapat juga hasil penelitian lainnya yang menunjukkan hasil sebaliknya. Perbedaan temuan tersebut membuat masyarakat sulit untuk menentukan mana yang harus diikuti.

Sebenarnya apakah yang terkandung dalam MSG sehingga menjadi perdebatan besar?

Komponen utama yang terkandung dalam MSG adalah 78,2% asam glutamat yang merupakan salah satu asam amino non-essensial (asam amino yang dapat dihasilkan oleh tubuh kita sendiri). Asam glutamat berperan penting dalam metabolisme seluler, bahan biosintesa asam amino jenis lain serta berperan dalam neurotransmiter untuk fungsi normal otak. Berbagai manfaat asam glutamat di atas adalah beberapa alasan dari pihak yang setuju akan penggunaan MSG.

Lalu, bagaimana argumentasi dari yang kontra dengan MSG?

Terdapat suatu penelitian tentang MSG yang menunjukkan terjadinya kerusakan saraf setelah pemberian langsung MSG dosis tinggi ke darah melalui suntikan. Selain itu, terdapat juga penelitian yang menyatakan bahwa tingkat konsumsi MSG berhubungan positif dengan tingkat kelebihan berat badan orang dewasa di Cina. Walau demikian, masih sedikitnya penelitian dengan topik yang sama membuat hasil temuan tersebut masih diragukan kebenarannya.


Terbuat dari apakah MSG?  

Hampir seluruh MSG yang beredar di pasaran terbuat dari tebu yang difermentasi menggunakan bakteri. Kandungan gula yang terdapat di dalam air tebu diubah oleh bakteri menjadi asam glutamat melalui proses fermentasi, yang kemudian ditambahkan dengan Sodium carbonate untuk dibentuk menjadi Monosodium Glutamat (MSG). Hasil dari MSG yang terbentuk akan dimurnikan dan dikristalisasi menjadi serbuk kristal murni seperti yang selama ini diperjual-belikan.

Asam glutamat sebenarnya juga terdapat pada sumber makanan alami seperti daging sapi, daging unggas, hasil laut, susu, dan beberapa jenis sayur-sayuran. World Health Organization menyatakan ambang batas MSG adalah 120 mg / kg berat badan. Ini artinya seseorang dengan berat 50 kg memiliki batas toleransi sebesar 6 gram atau setara 1 sendok teh MSG.

Makanan yang ditambahkan MSG memiliki rasa yang lebih enak dibandingkan yang tidak. Mengapa demikian? 

Selain rasanya yang gurih, MSG juga mengandung sodium (garam) sebagai salah satu komponen pembentuknya. Gabungan gurih dan asin pada MSG menciptakan sensasi rasa yang lebih enak dibandingkan dengan sumber makanan yang hanya mengandung asam glutamat dalam jumlah kecil.

Bagaimana cara kita menyikapi bahan tambahan pangan seperti MSG? 

Ada baiknya untuk mengetahui khasiat dan efek samping dari setiap bahan tambahan pangan, terutama yang akan menjadi menu harian. Hal tersebut dikarenakan sensitivitas seseorang terhadap suatu zat berbeda-beda. Apabila memang dirasa perlu maka tambahkanlah secukupnya.

Writer: Anisyah Citra, S.Gz
Editor & Proofreader: Jansen Ongko, Msc, RD

Referensi:

  1. [AHBD] Anguis Health Discussion Board. 2013. Review monosodium glutamate Pro & kontra. Jakarta:  Anguis Health Discussion Board
  2. Ka He, Shufa Du, Pengcheng Xun, Sangita Sharma, Huijun Wang, Fengying Zhai, and Barry Popkin. 2011. Consumption of monosodium glutamate in relation to incidence of overweight in Chinese adults: China Health and Nutrition Survey (CHNS). Am J Clin Nutr 93(6): 1328-1336. doi: 10.3945/​ajcn.110.008870. Tersedia pada http://ajcn.nutrition.org/content/93/6/1328


sumber : https://www.apki.or.id/gurihnya-msg/, akses tgl 05/09/2019.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours