Jumlah pengidap berat badan berlebih alias obesitas di seluruh dunia naik dua kali lipat dibanding 30 tahun lalu. Pada tahun 2008, hampir 10 persen pria dan 14 persen wanita di dunia diperkirakan kelebihan berat badan.


Padahal, tahun 1980, 5 persen pria dan 8 persen wanita yang terserang obesitas. Obesitas menjadi masalah besar, khususnya di luar Asia Tenggara dan sub-Sahara Afrika. Karena, obesitas bisa memicu penyakit lain, seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, hipertensi, jantung dan lain lain.

Obesitas ditunjukkan melalui indeks massa tubuh (IMT). Umumnya, orang-orang dengan indeks massa tubuh lebih dari 30 dianggap obesitas. Indeks ini diukur dengan membagi berat badan (dalam kilogram) dengan tinggi badan (dalam meter). Beberapa wilayah menerapkan patokan yang berbeda tergantung rasnya. Misal di beberapa negara pulau di Pasifik dipatok pada 34 menjadi 35.

Amerika Serikat menempatkan penduduknya dalam kategori kelebihan berat badan jika IMTnya mencapai lebih dari 28. Selandia Baru dan Australia juga memiliki orang-orang terutama kelebihan berat rata-rata, sementara wanita di Turki dan laki-laki di Republik Ceko memiliki IMTrata-rata tertinggi di Eropa.

Dalam pembagiannya, studi ini juga menemukan tingkat tekanan darah ditemukan paling rendah di Korea Selatan, Kamboja, Australia, Kanada dan Amerika Serikat, dan tertinggi di Portugal, Finlandia dan Norwegia. Kadar kolesterol yang tertinggi ditemukan di beberapa negara Eropa Barat (seperti Greenland, Islandia dan Jerman) dan terendah di Afrika. Di antara negara-negara Barat kaya, tingkat kolesterol terendah di Amerika Serikat, Kanada, Yunani dan Swedia.

"Ini kabar baik, banyak negara telah berhasil menurunkan tekanan darah dan kolesterol meningkat meskipun IMTnya naik," kata Majid Ezzati, penulis studi obesitas dan seorang profesor di Imperial College London. Menurutnya, maraknya diet dan pengobatan mungkin bisa membantu untuk menurunkan faktor risiko obesitas di negara-negara berpenghasilan tinggi. ”Seperti pengurangan konsumsi garam dan penggunaan lemak sehat," kata dia. I

I HEALTHDAY / NUR ROCHMI
sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2011/02/07/brk,20110207-311648,id.html, akses tgl 07/02/2011

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours