Sebuah studi baru dari Bangladesh  menyimpulkan bahwa sebagian besar perempuan di dunia tidak perlu suplemen vitamin A.


Di negara berkembang, pemberian suplemen vitamin A untuk ibu hamil tidak mengurangi angka kematian yang berhubungan dengan kehamilan, atau pada kematian bayi, menurut studi baru. Namun, para peneliti mengatakan wanita hamil harus dipastikan mendapatkan cukup vitamin A melalui makanan sehari-hari, untuk mendukung kesehatannya secara keseluruhan.

"Ada sangat sedikit bukti yang mendukung suplementasi perempuan dengan vitamin A," kata Anthony Costello, dari University College London Institute for Global Health, mengatakan pada Reuters Health.

"Tampaknya kemungkinan besar tidak berpengaruh, atau hanya memiliki efek pada populasi di mana ada benar-benar tingkat kerusakan yang serius kekurangan vitamin A," kata Costello, yang telah mempelajari vitamin A di masa lalu tetapi tidak terlibat dalam penelitian saat ini. "Bagi kebanyakan wanita di dunia, hal itu mungkin tidak berlaku."

Dalam studi Bangladesh, yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association, Keith West dari  Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health di Baltimore dan rekan meneliti sekitar 600 ribu orang selama lebih dari lima tahun.

Tim peneliti mengidentifikasi setiap rumah tangga di wilayah yang memiliki wanita yang sudah menikah antara usia 13 dan 45. Setiap lima minggu, anggota staf perempuan mengunjungi rumah tangga untuk mengetahui - melalui diskusi dan tes urin - jika salah satu dari perempuan hamil.

Jika hamil, staf mulai memberi mereka dosis mingguan vitamin A, beta karoten, atau pil plasebo bebas vitamin setiap minggu sampai 12 minggu setelah melahirkan. Staf juga memberikan semua wanita bahan pendidikan tentang perawatan dan pola makan selama kehamilan. Tugas ke berbagai kelompok dilakukan secara acak, berdasarkan lokasi rumah tangga.

Ada sekitar 60 ribu kehamilan selama masa penelitian, dengan ibu rutin mengonsumsi vitamin A, beta karoten, dan suplemen plasebo.

Sebanyak 138 perempuan dalam studi itu meninggal tanpa sebab apapun yang berhubungan dengan kehamilan. Sebanyak 10 ribu kehamilan pada wanita usia 20 sampai 25 tahun berjalan normal dan lancar, terlepas dari apa suplemen yang mereka konsumsi.

Tingkat kematian bayi saat dilahirkan dan juga tidak bervariasi berdasarkan jenis suplemen yang dikonsumsi ibu selama hamil.

Kekurangan vitamin A selama ini dikaitkan dengan buta senja pada wanita hamil dan dengan kematian ibu di beberapa daerah. Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan risiko tersebut tertinggi dalam tiga bulan terakhir kehamilan.

Costello, lebih cenderung menyimpulkan kekurangan vitamin A di negara berkembang lebih disebabkan karena perubahan ekonomi dan pertanian yang juga mempengaruhi gizi.

Redaktur: Siwi Tri Puji B
Sumber: 
- Reuters
- http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/11/05/18/lldxsi-kebanyakan-wanita-tidak-membutuhkan-pil-vitamin-a akses tgl 21/05/2011

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours