Era orde baru telah berlalu berganti dengan era demokrasi, perbedaan yang paling mencolok adalah kebebasan seseorang untuk menyatakan pendapat, berkelompok dan berserikat di lindungi oleh UU. Dikarenakan hal tersebut, saat ini sering kita jumpai banyak masyarakat melakukan “Demonstrasi”. 


Ya “demonstrasi” sudah menjadi hal yang sering kita jumpai, terlebih bagi masyarakat yang tinggal di Ibu Kota Negara (Jakarta), demo sudah menjadi “menu” sehari-hari. Kita bicara demo tentunya pasti langsung terbayang sekelompok orang yang mengkritik pemerintah atau ingin menyampaikan pendapatnya. Iya itu sah-sah saja di era demokrasi ini. Nah yang menjadi perhatian adalah sekelompok orang yang berdemo. Tentunya mereka harus memiliki stamina yang prima untuk melakukan “demo”. Salah satu cara untuk mencapai stamina yang prima, tentunya harus didukung dengan asupan makanan yang baik dengan pedoman gizi seimbang.

Untuk memenuhi asupan makanan tersebut, demonstran dianjurkan sarapan sebelum berangkat menuju tempat demo. Makan 3x dalam sehari yaitu pagi, siang dan sore. Sekali makan, makanan hendaknya mengandung 2000 kkl atau sesuai kebutuhan individu. Pada satu kali makanan terdiri dari nasi, lauk hewani/nabati, sayur dan buah. Porsi sayur sama dengan porsi nasi dan porsi lauk sama dengan porsi buah.  Snack  pagi jam 11.00 dan snack siang jam 14.00.  Snack yang dipilih hendaknya mengandung tinggi karbohidrat seperti pisang, singkong atau ketela sebagai cadangan energi para demonstran. Selain frekuensi makan yang harus teratur, saat demo juga sangat perlu dipehatikan asupan cairan agar terhindar dari dehidrasi atau kekurangan cairan. Berdasarkan pedoman gizi seimbang dianjurkan minimal minum 8 gelas sehari. Namun saat demonstrasi tentunya perlu asupan cairan/air yang lebih banyak, apalagi jika kegiatan demo dilakukan pada siang hari di terik sinar matahari yang menyengat. Sinar matahari dan jalan kaki tentunya membuat produksi keringat meningkat, sehingga tubuh mengalami kehilangan cairan. Disarankan orang yang berdemo untuk membawa air, agar pada saat haus sebagai tanda tubuh mengalami dehidrasi, dapat segera teratasi.

Menurut UU, demo wajib bubar pukul 18.00, namun bisa saja massa demonstran belum puas atau merasa belum didengar pendapatnya oleh pemerintah. Kemungkinan demo akan terjadi sampai malam bahkan berlanjut sampai pagi hari. Tentunya tubuh harus senantiasa fit untuk menjalani demonstrasi. Dalam hal ini makan malam atau tengah malam harus segera disiapkan oleh panitia demonstrasi untuk memenuhi kebutuhan gizi demonstran. DEMO boleh tetap jalan, namun janganlah lupa pada kebutuhan gizi TUBUH kita yang perlu dicukupi.

Penulis: M Rizal Permadi S.Gz., M.Gizi
sumber : https://nutritioneducationsite.wordpress.com/2016/11/07/kebutuhan-gizi-saat-demonstrasi/, akses tgl 28/09/2019.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours