Kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Kanker menyerang tanpa pandang bulu, baik wanita dan pria. Ada beberapa jenis kanker pada pria yang paling umum terjadi. Yuk, kenali dan cegah sebelum terlambat. 


Apa Manfaat Antioksidan Terhadap Kanker?

Pada setiap sel tubuh terjadi reaksi metabolisme yang sangat kompleks. Di antara reaksi metabolisme tersebut melibatkan oksigen. Keterlibatan oksigen dalam reaksi metabolisme di dalam sel dapat menghasilkan apa yang disebut sebagai spesies oksigen reaktif seperti radikal bebas.

Molekul ini memang diperlukan tubuh untuk menjalankan sistem metabolisme dan memberi signal pada sistem syaraf. Namun pengaruh dari gaya hidup seperti merokok, stres, polusi udara, zat kimiawi, radiasi, menyebabkan reaksi yang berlebihan sehingga dapat merusak sel dengan terjadinya oksidasi DNA dan protein.

Oksidasi DNA berakibat adanya mutasi dan timbulnya kanker sedangkan oksidasi protein mengakibatkan nonaktifnya enzim yang dapat mengganggu proses metabolisme dan keseluruhan reaksi ini dapat ditekan oleh antioksidan.

Jika terjadi reaksi oksidasi yang menghasilkan hasil sampingan berupa radikal bebas, maka tanpa adanya antioksidan dapat menyebabkan penyerangan terhadap molekul di sekitarnya.

Hasil reaksi ini akan terus menghasilkan radikal bebas lain yang siap menyerang molekul lainnya lagi sehingga membentuk reaksi berantai yang membahayakan. Antioksidan memiliki peran yang besar untuk memastikan molekul tetap stabil dan menghentikan reaksi oksidasi berantai tersebut.

Jenis Kanker yang Sering Terjadi pada Pria

Menurut data dari GLOBOCAN (IARC) tahun 2012, ada lima jenis kanker pada pria yang paling sering terjadi. Bahkan, kanker pada pria tersebut menyebabkan tingkat kematian yang cukup tinggi. Berikut jenis kanker pada pria yang harus diwaspadai.

1. Kanker paru

Kanker paru termasuk jenis kanker tertinggi pertama pada pria di Indonesia. Dilihat dari data GLOBOCAN, terdapat 34,2 persen kejadian baru kanker paru. Sementara tingkat kematian akibat kanker ini sebesar 30 persen.

Tak hanya di Indonesia, berdasarkan data CDC menyebutkan bahwa 81 dari 100.000 pria berisiko terkena kanker paru. Kanker paru ini sudah membunuh kurang lebih 88.000 pria di Amerika Serikat pada tahun 2007.

Kanker paru biasanya tidak menimbulkan gejala di awal. Namun, ketika gejala muncul, Anda akan merasa sesak napas, batuk, nyeri dada, napas berbunyi, suara serak, dan batuk darah.

2. Kanker prostat

Berdasarkan data GLOBOCAN, kanker prostat memiliki persentase kematian yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan persentase kasus baru. Sehingga jika kanker ini dapat dideteksi dan ditangani sejak dini maka kemungkinan sembuh akan lebih tinggi.

Kanker prostat termasuk kanker yang paling sering terjadi pada pria. Risiko kanker prostat meningkat pada usia tua. Sama dengan jenis kanker lainnya, kanker prostat sering terjadi tanpa gejala apa pun. Oleh karena itu, jika Anda berusia lebih dari 50 tahun, sebaiknya Anda melakukan skrining kanker prostat dengan tes darah yaitu PSA (Prostat Spesific Antigen).

3. Kanker usus besar

Jenis kanker pada pria yang perlu diwaspadai lainnya adalah kanker usus besar. Kasus kanker usus besar lebih banyak dialami oleh pria dibandingkan wanita.

Untuk mengurangi risiko Anda, pastikan untuk melakukan pemeriksaan kanker, olahraga teratur, makan makanan yang sehat, menjaga berat badan, tidak merokok, dan membatasi minuman beralkohol.

4. Kanker perut

Kanker perut (gastric adenocarcinoma) atau juga dikenal dengan kanker lambung merupakan salah satu kanker yang paling menyakitkan. Kanker lambung sering tidak terdeteksi karena tidak memiliki gejala awal yang terlihat jelas.

Namun, jika menimbulkan gejala, biasanya termasuk mual dan muntah-muntah, mengalami gejala refluks asam lambung seperti dada dan lambung bagian atas terasa perih (heartburn), hilang nafsu makan, serta penurunan berat badan yang drastis.

5. Kanker hati

Jenis kanker pada pria yang perlu diwaspadai berikutnya adalah kanker hati. Dilihat dari data GLOBOCAN, angka kejadian baru dan kematian akibat kanker hati tidak beda jauh. Sebanyak 15,3 persen kejadian baru kanker hati, dan tingkat kematian akibat kanker hati pada pria sebesar 14,3 persen. (*)

Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
sumber : https://m.timesindonesia.co.id/read/227134/20190830/110850/kekurangan-antioksidan-waspadai-5-jenis-kanker-yang-paling-sering-menyerang-pria/, akses tgl 30/09/2019

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours