Ibu hamil yang kekurangan vitamin D cenderung meningkatkan risiko autisme pada anak dua kali lipat dibanding ibu hamil yang cukup vitamin D.


Peneliti dari Belanda meneliti 4.000 anak dan terdapat 68 yang mengidap autisme sejak usia enam tahun. Para peneliti masih mencari hubungan statistik yang signifikan antara kekurangan vitamin D dan risiko autisme pada anak.

John McGrath selaku pemimpin peneliti di Aarhus University di Denmark menyampaikan pada Spectrum News, “Risiko absolut autisme yang berhubungan dengan kekurangan vitamin D ibu hamil masih kecil. Sehingga ibu hamil tidak perlu panik tentang kesehatan mental anak mereka.”

Namun, Mats Humble selaku dosen senior dari Orebro University di Swedia menyatakan, “Kekurangan vitamin D jadi bukti yang cukup kuat sebagai faktor risiko autisme.”

Umumnya seseorang mendapatkan vitamin D dari cahaya matahari dan makan makanan seperti ikan serta susu.

John bersama timnya menguji darah ibu hamil saat kandungannya berusia 21 minggu dan dari tali pusar mereka sesaat seusai melahirkan. Darah di tali pusar mencerminkan kadar vitamin D pada janin saat pada kandungan trimester ketiga.

Menurut peneliti, anak-anak yang lahir dari rahim perempuan dengan kadar vitamin D rendah lebih mungkin mengidap autisme dibanding anak lain yang lahir dari perempuan dengan kadar vitamin D yang cukup.

Ibu hamil yang kekurangan vitamin D di pertengahan kehamilan 2,42 kali lebih mungkin memiliki anak autis dibanding mereka yang memiliki kadar gizi normal. Tidak ada hubungan antara tingkat vitamin D di masa akhir kehamilan dan risiko autisme.

sumber : https://life.trubus.id/baca/4410/kekurangan-vitamin-d-saat-kehamilan-tingkatkan-risiko-autisme-pada-anak, akses tgl 07/09/2019.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours