Program penurunan berat badan menjadi hal popular yang dilakukan oleh banyak orang. Dengan berbagai cara, informasi-informasi mengenai diet mudah diperoleh. Akan tetapi, akibat kurangnya menggali informasi-informasi tersebut, mengakibatkan kegagalan menjalani diet. 


Berikut ini kesalahan yang sering terjadi saat menjalani diet :

1. BERTEKAD MENURUNKAN BERAT BADAN SECARA CEPAT

Tekad untuk menurunkan berat badan secara cepat cenderung mengakibatkan seseorang melakukan diet secara ekstrim. Bukan hanya mengurangi porsi makan, akan tetapi juga menghilangkan beberapa bahan makanan tertentu. Padahal bahan makanan tersebut memilki manfaat tertentu bagi tubuh.

Beberapa kekeliruan yang terjadi seperti: tidak mengonsumsi nasi sama sekali, hanya mengonsumsi sayuran dan buahan, atau menggunakan banyak obat pelangsing sehingga meninggalkan makanan utama. Hal-hal tersebut memang dapat menurunkan berat badan secara cepat, akan tetapi jika dilakukan secara terus-menerus, akan memberikan dampak negatif bagi kesehatan. Bukan hanya itu, setelah menjalani program banyak orang akan kembali melakukan kebiasaan lama, bahkan akan cenderung balas dendam terhadap ketatnya diet yang telah dilakukan, sehingga berat badan akan mudah naik kembali.

2. MENGHINDARI SARAPAN

Dampak dari menghindari sarapan akan membuat rasa lapar menjadi berlebihan, sehingga bukan penurunan berat badan yang diperoleh, akan tetapi peningkatan berat badan.

3. MENGABAIKAN JUMLAH KALORI PADA CEMILAN

Bagi orang yang hanya memperhitungkan jumlah kalori masuk pada makanan utama dan mengabaikan jumlah kalori dari cemilan. Mereka mengira bahwa kalori pada cemilan sangat kecil. Tetapi jangan salah, kalori sedikit jika dimakan berkali-kali juga akan terjadi akumulasi kalori berlebih (surplus).

4. BELUM TERBIASA MAKAN SELINGAN DI ANTARA WAKTU MAKAN UTAMA

Tidak biasa mengonsumsi makanan selingan berpotensi menyebabkan seseorang makan berlebih saat makanan utama karena terlalu tingginya hormon yang memicu rasa lapar.

5. MENGONSUMSI MAKANAN RENDAH LEMAK

Banyak orang beranggapan lemak yang dikonsumsi sama denggan sel lemak pada tubuh. Padahal sel lemak terbentuk dari penumpukan kalori yang ada. Meskipun lemak memiliki kandungan kalori yang tinggi (9 kkal), akan tetapi karbohidrat dan protein pun memiliki kontribusi dalam pembentukan sel lemak jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

6. MENGONSUMSI MAKANAN TINGGI KALORI

Kebanyakan mereka yang gagal dalam menjalani diet sehat adalah bagi yang masih mengonsumsi makanan tinggi kalori dengan alasan badannya sudah lemas menjalani diet rendah energi.

7. KURANG MINUM AIR PUTIH

Kurangnya minum air putih akan mengakibatkan seseorang lebih banyak makan untuk mencukupi kebutuhan akan cairan. Air putih sangat membantu penurunan berat badan karena akan meningkatkan hidrasi sel tubuh dan juga membuat perut terasa kenyang lebih lama.

8. TIDAK MINUM SUSU

Banyak orang yang beranggapan saat melakukan program penurunan berat badan, minum susu tidak baik dikarenakan lemak pada susu tidak baik bagi orang yang berdiet. Hal tersebut sepenuhnya tidak benar, kalsium pada susu dapat membantu memetabolisme kalori dan membakar lemak lebih cepat.

9. SERING KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI

Makan di restoran cepat saji dapat mengganggu program penurunan berat badan dikarenakan restoran cepat saji menyediakan makanan yang tinggi protein, tinggi lemak dan tinggi karbohidrat, sehingga kandungan kalorinya juga sangat tinggi.

10. TUJUAN YANG TIDAK REALISTIS

Memiliki tujuan yang tidak realistis saat program penurunan berat badan, seperti: berat badan turun 20 kg dalam 1 minggu akan membuat anda berhenti menjalani program dikarenakan hal tersebut termasuk sulit untuk dicapai.

SEMOGA BERMANFAAT

Writer             : Ryan Magelhans, A.Md.Gz
Editor & Proofreader : Jansen Ongko, MS.c, RD

Referensi        :

  • Ongko Jansen. 2016. Applied Nutrition For Sport Performance. Jakarta : Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI)
  • Febri B. Ayu, dkk, 2016. Diet Mayo. Jakarta : Wahyu Media


sumber : https://www.apki.or.id/kesalahan-saat-berupaya-menurunkan-berat-badan/, akses tgl 03/09/2019.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours