Ibu hamil yang mengalami kenaikan berat badan lebih dari rekomendasi dokter dapat meningkatkan komplikasi serius saat persalinan. Hal tersebut berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap lebih dari setengah juta kelahiran di New York City, Amerika Serikat.


Secara khusus, ibu hamil yang mengalami kenaikan berat badan lebih dari sembilan kilogram, berisiko memiliki tingkat gagal jantung lebih tinggi. Serta tekanan darah tinggi yang parah dan membutuhkan transfusi atau ventilasi, ujar para peneliti di penelitian Obstetrics & Gynecology.

"Kami telah melihat kenaikan besar dalam kematian ibu di Amerika Serikat. Dan, berat badan saat kehamilan merupakan salah satu penyebabnya," kata dr. Marissa Platner dari Emory Healthcare and Emory School of Medicine di Atlanta, Georgia.

Pada tahun 2009, National Academy of Medicine merevisi pedoman untuk penambahan berat badan selama kehamilan berdasarkan indeks massa tubuh pra kehamilan (BMI, rasio berat terhadap tinggi badan).

Perempuan dengan BMI normal (18,5 hingga 24,9) disarankan untuk menambah berat badan antara 11,3 hingga 18,1 kilogram. Ibu hamil dengan BMI antara 25 hingga 29,9 disarankan untuk menambah berat badan lebih sedikit, berkisar 6,8 hingga 11,3 kilogram.

Perempuan yang sebelum hamil memiliki BMI kurang dari 18,5 harus mendapatkan kenaikan berat badan 12,7 sampai 18,1 kilogram. Dan, untuk perempuan dengan BMI 30 atau lebih, hanya diperbolehkan mengalami kenaikan berat badan sekitar 4,9 hingga 9 kilogram selama kehamilan.

Faktanya, hampir setengah dari perempuan hamil di Amerika Serikat mengalami obesitas saat kehamilan. Terutama mereka yang memang sudah kelebihan berat badan sebelum kehamilan.

"Sangat penting untuk mengoptimalkan nutrisi, diet dan olahraga sebelum hamil dan selama kehamilan. Salah satu hal terpenting yang dapat dilakukan untuk memengaruhi kehamilan," jelas Marissa.

Jika tidak, ibu hamil berpotensi mengalami obesitas. Kenaikan berat badan berlebih saat kehamilan berisiko tinggi mengalami komplikasi saat melahirkan. Misalnya, empat kali lebih mungkin mengalami gagal jantung.

Diah Fauziah
sumber : https://life.trubus.id/baca/26998/obesitas-saat-kehamilan-berisiko-pada-komplikasi-persalinan, akses tgl 07/09/2019.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours