Kebanyakan masyarakat menghindari bahkan anti dengan zat gizi satu ini. Siapakah dia? Lemak. Ya, betul sekali. Banyak orang berpikir bahwa lemak adalah zat yang jahat dan dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti kegemukan, kolesterol, dan penyakit lainnya. Hal tersebut tidak sepenuhnya salah, namun perlukah kita mengeliminasi lemak dari menu makanan sehari-hari? Apakah semua lemak tidak baik bagi kesehatan?


Faktanya lemak dibutuhkan oleh tubuh sebesar 20-25% dari total kalori sehari (proporsi pada orang normal / tidak memiliki gangguan kesehatan). Apabila kebutuhan seseorang 2200 kalori, maka 440-550 kalori bersumber dari lemak. Dari 20-25% kebutuhan lemak tersebut, akan lebih baik apabila terdiri dari 10% lemak tak jenuh ganda, 10% lemak tak jenuh tunggal, dan 10% lemak jenuh. Lemak merupakan salah satu komponen membran sel, jaringan otak, selubung saraf, dan sumsum tulang.

Lemak berfungsi sebagai sumber energi, menghemat protein, memberi rasa kenyang dan kelezatan, sebagai pelumas, membantu pengeluaran sisa pencernaan, menjaga suhu tubuh, dan bantalan organ (pelindung). Lemak juga berfungsi sebagai pelarut beberapa vitamin (vitamin A, D, E, dan K) sehingga vitamin tersebut dapat diserap dengan baik.

Lemak tak jenuh ganda (Polyunsaturated Fat / PUFA seperti Asam lemak omega 3 & 6,) dan lemak tak jenuh tunggal (Monounsaturated Fat / MUFA), dan beberapa lemak jenuh (Saturated Fat) merupakan lemak yang baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan tubuh. Kebanyakan individu yang mengeliminasi asupan asam lemak (Omega 6) mengalami gangguan pada kulit, seperti kulit kering dan terkelupas.

Omega 6 berfungsi menjaga kesehatan membran sel (khususnya kesehatan kulit). Walaupun demikian tak lantas Anda mengonsumsi omega-6 secara berlebihan. Hal ini dikarenakan asupan omega 6 yang sangat tinggi dapat mengurangi kolesterol High Density Lipoprotein (HDL). Oleh karena itu sangat dianjurkan untuk mengonsumsi omega 6 dalam jumlah yang cukup (moderat).

Lemak tak jenuh tunggal berperan dalam menurunkan kolesterol total dan LDL tertentu. Contoh minyak tak jenuh tunggal adalah minyak zaitun. Apabila ingin menggunakan minyak ini pada menu masakan, sebaiknya hanya sebatas dressing atau untuk menumis saja. Hal tersebut dikarenakan minyak zaitun mengandung lemak tak jenuh lebih banyak dibandingkan lemak jenuh dan tidak tahan panas sehingga mudah berubah bentuk menjadi lemak trans.

Lemak jenuh pada tanaman tropis (minyak kelapa) juga bermanfaat untuk tubuh. Minyak kelapa mengandung lebih banyak lemak jenuh dibandingkan lemak tak jenuh. Dengan demikian, apabila dipanaskan minyak ini tidak mudah berubah bentuk menjadi lemak trans dan teroksidasi. minyak kelapa merupakan alternatif minyak yang baik digunakan jika Anda ingin mengolah makanan dengan cara digoreng. Walaupun begitu, tetap batasi menu makanan yang digoreng, tidak lebih dari 1 jenis makanan dalam satu waktu makan.

Mengonsumsi makanan yang mengandung lemak tidak membahayakan kesehatan selama jumlah, jenis dan cara pengolahannya tepat. Dengan begitu Anda tidak perlu lagi mengeliminasi pangan yang mengandung lemak dari menu makanan.

Bijak dalam memilih makanan adalah kunci menjaga kesehatan tubuh. Tambahkan sumber lemak baik pada menu Anda untuk memenuhi kebutuhan zat gizi harian.

Penulis               : Anisyah Citra
Proofreader      : Jansen Ongko

Sumber:

  1. Bean A. 2010. Sports Nutrition. London: A&C Black
  2. Ongko J. 2014. We are what we eat. Jakarta: Lagizi

sumber : https://www.apki.or.id/pentingnya-mengonsumsi-lemak-untuk-kesehatan/, akses tgl 06/09/2019. 


Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours