Orang di negara-negara dengan "ekonomi pasar" lebih mudah menjadi gemuk atau obesitas.


Kesimpulan ini didapat dari satu penelitian yang dilakukan oleh Universitas Oxford.

Stres karena uang di negara-negara seperti Inggris dan AS bisa menjelaskan mengapa begitu tinggi jumlah orang kelebihan berat badan, obes, dibandingkan dengan negara-negara seperti Norwegia dan Swedia.

Para periset mengatakan penelitian ini menunjukkan obesitas memiliki "kelas sosial".

Penelitian ini kemudian menemukan bahwa orang Amerika dan orang Inggris lebih berat dari orang Norwegia atau Swedia.

Dengan melihat riset terhadap perilaku hewan yang menunjukkan bahwa binatang menambah volume makanan ketika menghadapi keadaan tak menentu, para periset Oxford yakin stres bisa menjadi faktor yang menyebabkan orang makan lebih banyak dari biasa.

Jadi mereka menganalisa data tentang tingkat obesitas dengan mengguakan 96 survei nasional yang dilakukan selama 10 tahun di sejumlah negara.

Mereka melihat negara-negara 'pasar bebas' termasuk AS, Inggris, Kanada dan Australia.

Di AS, lebih banyak orang mengalami obesitas dibanding negara kaya lain. Negara-negara itu mereka bandingkan dengan Finlandia, Prancis, Jerman, Italia, Norwegia, Spanyol dan Swedia yang sejak lama memberikan perlindungan sosial lebih kuat dan jaminan ekonomi yang lebih stabil.

Penelitian ini menemukan bahwa semakin banyak negara pasar bebas yang memiliki jumlah obesitas yang tinggi, yaitu sepertiga lebih banyak dari rata-rata, dan pertumbuhan obesitas yang lebih tinggi.

Hal ini benar kalau dibandingkan dengan negara-negara kaya lain dengan tingkat pendapatan yang sama, kata penelitian itu.

sumber : http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2011/01/110108_obesitas_danekonomi.shtml, akses tgl 10/01/2011

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours