Prancis terkenal sebagai produsen terbesar minuman anggur (wine). Para bangsawan Prancis memperkenalkan budaya klasik dan elegan dalam setiap ritual meminum wine. Dalam mitologi Yunani kuno, dewa yang paling terkenal adalah Dionysus, putra Zeus dan Semeli, yang merupakan dewa kesuburan anggur dan teater. Ahli sejarah mencatat anggur tertua di dunia berasal dari Archanes, Kreta, di Yunani antara 5000-4000 SM. Orang Yunani kuno berkebun anggur dan memproduksi wine untuk diminum dan sebagai obat. Mereka juga menganggap anggur sebagai bagian integral dari kehidupan mereka sehingga wine menciptakan mitos, legenda, bahkan dewa.


Pada periode klasik abad ke-5 SM, barulah orang Yunani mengekspor anggur ke Timur Tengah, Mesir, Sisilia, dan Italia Selatan untuk meningkatkan kegiatan komersial. Kini, investasi, teknologi modern yang digunakan, dan generasi baru yang berpendidikan telah menciptakan ahli anggur terbaik dari Prancis dan Cile. Wine termahal dan konon terenak berasal dari Prancis. Sebuah butik wine di Kemang, Jakarta, misalnya, memiliki 800 koleksi wine. Satu di antaranya berharga 98 juta rupiah per botol (750 ml), harga yang eksklusif untuk sebuah jamuan ritual khusus penikmat wine.

“Menggoyangkan gelas dengan cara memutar-mutar tangkai gelas itu untuk proses oksidasi agar aroma wine semakin tercium tajam,” kata Agaverus Hutagalung, Manajer Operasional Vin+ (Vin Plus). Ketika oksigen masuk ke wine, di sanalah fungsi pemikat minuman itu berada. Sensasi aroma wine akan menstimulus otak sehingga orang tertarik mereguknya. Aga, sapaan Agaverus, mengatakan wine harus dinikmati bersama dengan orang yang memang mengerti wine (penggemar). Bukan soal harga yang fantastis, tetapi wine itu, dikatakannya, seni.

“Proses pembuatannya yang rumit, perlakuannya pun tidak seperti kita memperlakukan minuman lain,” kata Aga. Yohan Handoyo, dalam bukunya, Rahasia Wine, mengungkap rahasia kenikmatan mereguk wine antara lain pada pemilihan jenis gelas. Pakailah gelas khusus wine yang menyerupai bunga tulip, jangan minum memakai sembarang gelas. “Wine yang diminum menggunakan gelas yang benar memungkinkan aroma dan rasanya lebih nikmat,” ujar Yohan. Lalu, isi gelas Anda dengan wine hingga mencapai sepertiga ketinggian gelas. Aroma wine asam, namun tidak mengganggu.

Jika tercium bau-bauan yang mengganggu (lem, sabun, telur busuk, atau sayuran busuk), berarti wine yang Anda minum sudah rusak. Biarkan wine menyergap seluruh wilayah lidah Anda agar kompleksitas rasanya terasa. “Ada juga yang seperti mengumur wine sebelum ditelan,” tambah Aga. Kandungan alkohol hasil fermentasi alami pada wine lebih rendah daripada bir, wiski, dan vodka. Kandungan alkohol dari natural wine, misalnya, hanya 14 persen. Karenanya, wine bukan untuk mabuk, justru dapat menyehatkan.

Di samping itu, menurut Aga, sebagian pembeli wine rata-rata orang tua. Sebab, dengan mengonsumsi satu sloki (gelas kecil) wine setiap hari dapat meningkatkan vitalitas tubuh. Bahkan para ahli medis menganggap wine bisa menjadi obat herbal. Dalam sebuah riset di pusat kajian pangan dan gizi di New Jersey, wine dapat menekan kemungkinan masalah batu ginjal dan mengurangi risiko stroke. Khusus perempuan, sebuah studi menyatakan bahwa mereka yang mengonsumsi wine secara moderat cenderung memiliki umur panjang.

Minum wine dapat mengurangi kemungkinan kanker saluran pencernaan. Antioksidan dalam wine dapat mengurangi risiko terjadinya kanker. “Bukan sekadar untuk sosialita, peminum wine itu peralihan dari semula peminum alkohol berat,” tambah Aga. Justru peminum wine memiliki kesempatan yang lebih rendah terkena diabetes karena wine murni tanpa tambahan gula berlebih.
berbagai sumber/vin/L-1

sumber : http://koran-jakarta.com/berita-detail.php?id=77984, akses tgl 19/03/2011

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours