Makanan favorit terkadang bisa membuat seseorang ketagihan untuk menyantapnya. Bahkan tak jarang ada orang yang 'ngidam' untuk makan makanan tersebut.


Salah satu jenis makanan yang digilai adalah sushi. Makanan khas negeri sakura ini berupa nasi yang dibentuk bersama lauk berupa makanan laut, daging atau sayuran mentah. Di Indonesia, peminatnya pun tidak sedikit, terbukti dari restoran atau kedai sushi yang selalu ramai pengunjung.

Ada banyak alasan orang tergila-gila pada sebuah makanan tertentu. Tapi siapa sangka nasi dan ikan saja bisa membuat orang ketagihan?

Bukan cuma soal rasanya yang enak dan makanannya yang dianggap sehat. Efek ketagihan sushi juga bisa dipengaruhi oleh psikologis seseorang.

Psikolog Ratih Ibrahim mengungkapkan, makan sushi bisa jadi bagian dari gaya hidup. Bagi sebagian orang, mungkin sushi masih dianggap makanan mewah, karena bukan makanan Indonesia.

"Ketagihan sushi bisa jadi bagian dari life style. Bisa terlihat keren kalau sudah makan sushi," kata Ratih saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Jumat (24/3).

Menurut Ratih, ada rasa bangga yang timbul ketika makan sushi. Kondisi ini perlahan-lahan memberikan sinyal ke tubuh dan menyebabkan adiksi.

Selain gaya hidup, bagi sebagian orang makan sushi dianggap sebagai sesuatu yang menantang. Alasannya, ada beberapa jenis sushi yang mengandung ikan mentah. Konsumsi ikan mentah yang bukan jadi bagian dari kebiasaan makan orang Indonesia ini dianggap menantang.

"Pengalaman makan sushi bagi sebagian orang kan challenging. Makan kok ikan mentah," imbuh Ratih.

Sushi memang tidak mengandung zat adiktif seperti mi instan, gula atau cokelat. Tapi, menurut Ratih, rasa ketagihan atau adiksi juga bisa muncul walau makanan tersebut tidak mengandung zat adiktif.

"Jika makanan mengandung zat adiktif tertentu, pola adiksi terhadap makanan menjadi semakin berlipat intensitasnya, namun tanpa zat adiktif pun ada tautan emosi yang bisa membuat adiksi," katanya.

Ratih menjelaskan ada 7 tahapan bagaimana adiksi itu terbentuk.

Tahap pertama ketagihan makanan disebabkan karena adanya pengalaman sensasional tertentu saat mengonsumsi makanan tersebut. Di tahap ke dua, setiap kali pengalaman makan diulang, selalu ada sensasi berulang yang menyenangkan.

Dalam kondisi ini, tubuh sudah mulai mengontrol dan memunculkan dorongan untuk mengonsumsinya terus-menerus. Tanpa disadari, konsumsi terus-menerus ini akan membangun sebuah kebiasaan dalam hidup.

"Kebiasaan itu bertautan dengan sebuah pengalaman emosi tertentu, yang biasanya berhubungan dengan pleasure feeling (rasa senang). Dengan mengonsumsi makanan tersebut, sensai emosi jadi menguat," ucapnya.

Ketika pola pengulangan ini terjadi terus-menerus dan semakin intens maka mekanisme adiksi pun terbentuk. Semakin lama dilakukan, maka adiksinya semakin kuat.

Elise Dwi Ratnasari
sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20170325080313-277-202688/alasan-orang-bisa-kecanduan-sushi?, akses tgl 21/10/2019.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours