Jangan takut mengonsumsi ubi jalar karena mungkin tidak dapat memenuhi kebutuhan akan senyawa yang dibutuhkan tubuh. Makanan ini, meski murah dan sering diabaikan, mengandung banyak vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh. Yang terpenting, ubi jalar mampu mencegah timbulnya bermacam-macam penyakit. Bagi penderita diabetes, ubi jalar bermanfaat besar. Ubi jalar merah kaya kandungan serat, karbohidrat kompleks, dan rendah kalori sehingga mampu mengontrol kadar gula dalam darah. Selain itu, beta karotennya mampu menstabilkan darah.


Kalau biasanya penderita diabetes mengonsumsi kentang sebagai makanan pengganti nasi, sebaiknya dari sekarang ubi jalar menjadi alternatif diet rendah kalori jika melihat kandungan vitamin yang bakal ikut diperoleh. Bagi mereka yang ingin diet rendah kalori namun tidak ingin kehilangan sumber kalsium, ubi jalar sangat cocok. Dalam 100 gramnya (gr), ubi jalar mengandung 38 miligram (mg) kalsium. Dengan kandungan sebanyak ini, ubi jalar mampu berperan dalam memperkuat isi tulang sehingga tidak mudah terkena serangan osteoporosis.

Ubi jalar juga membantu mencegah serangan jantung dan stroke. Kombinasi antara viamin A dan vitamin E pada ubi jalar dapat mencegah stroke dan serangan jantung. Gabungan kedua vitamin ini mencegah adanya penyumbatan pada pembuluh darah. Kandungan serat ubi jalar membantu menyerap kandungan lemak atau kolesterol dalam darah. Penyerapan yang diakhiri dengan pembuangan ini akan membantu mengurangi kadar kolesterol. Kandungan vitamin B6 berfungsi menurunkan kadar homocystein.

Kadar ini, bila berlebihan, dapat menyebabkan serangan jantung. Bagi otak, peran beberapa senyawa dalam ubi jalar merah antara lain mengendalikan produksi hormon melatonin yang menghasilkan kelenjar pineal dalam otak. Melatonin merupakan antioksidan andal yang menjaga kesehatan sel dan sistem saraf otak.

hay/L-1
sumber :  http://www.koran-jakarta.com/berita-detail.php?id=81576, akses tgl 19/05/2011

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours