Diet puasa intermittent (Intermittent Fasting) menjadi tren terbaru untuk menurunkan berat badan. 


Testimoni akan efektivitas diet yang membolehkan kita makan apa saja pada waktu tertentu ini membuat banyak orang tertarik mencobanya.

Menurut sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal kesehatan BMJ Case metode diet puasa intermiten juga mampu mencegah penyakit diabetes tipe dua.

Kesimpulan awal ini dihasilkan dari penelitian terhadap tiga pasien diabetes yang melakukan diet intermittent terencana dan dalam pengawasan dokter. Hasilnya, diet ini mengurangi kebutuhan pasien akan insulin.

Selama ini pasien diabetes disarankan untuk aktif bergerak, menjaga pola makan, serta rutin memeriksa dan mengontrol gula darah. Namun, nasihat ini ternyata sulit dijalankan para pasien. Sementara itu, konsumsi obat-obatan diabetes juga hanya mengatasi gejalanya, bukan penyakitnya.

Lewat penelitian awal ini, tim peneliti ingin membuktikan apakah pola diet ini bisa berdampak positif bagi kesehatan orang diabetes.

Uji coba praktik diet dilakukan pada tiga pria berusia 40 dan 67 tahun. Ketiganya mengonsumsi obat diabetes dan juga insulin secara teratur. Pasien juga menderita tekanan darah tinggi dan kolesterol.

Dua dari tiga pasien menjalani puasa selama 24 jam penuh, yaitu hanya makan malam dan baru makan lagi pada keesokan malam. Puasa seperti ini biasanya diterapkan dua kali dalam seminggu.

Sementara itu, pasien ketiga berpuasa selama tiga hari dalam seminggu. Selama masa puasa, pasien mengonsumsi minuman rendah kalori seperti, teh, kopi dan air, serta makanan rendah kalori di malam hari.

Pola ini diulang selama 10 bulan. Pada akhir penelitian, ketiga pasien itu dapat menghentikan injeksi insulin dalam waktu satu bulan setelah memulai jadwal puasa. Bahkan, salah satu dokter menemukan pola makan ini berhasil menghentikan insulin dalam 5 hari pertama.

Kedua pasien juga dilaporkan mampu menghentikan obat diabetes. Sementara pria ketiga mampu mengurangi konsumsi obat diabetes dari empat butir menjadi satu.

Berat badan ketiga pasien ini turun dan kadar gula darah mereka.

Meski begitu, perlu dicatat bahwa riset ini baru penelitian awal dan hanya dilakukan pada tiga orang. Masih dibutuhkan penelitian lebih besar untuk menyimpulkan bahwa metode diet ini aman dilakukan kebanyakan pasien diabetes.

Penulis : Ariska Puspita Anggraini
Editor : Lusia Kus Anna
sumber : https://lifestyle.kompas.com/read/2018/10/17/142129220/diet-intermittent-fasting-diklaim-atasi-diabetes, akses tgl 27/10/2019.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours