Para peneliti di Universitas Harvard berhasil menemukan bahwa mengkonsumsi gandum utuh dapat mengurangi risiko kematian dini dan menjaga kesehatan.


Sebuah meta-analisis terbaru dari para peneliti T.H. Chan School of Public Health Harvard menemukan sebuah fakta bahwa mengkonsumsi makanan gandum utuh dapat mengurangi risiko kematian dini.

Dalam penelitian terbaru itu dikatakan, orang yang makan gandum utuh 70 gram per hari, atau setara dengan sekitar empat penyajian, memiliki risiko kematian dini lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang mengkonsumsi sedikit gandum utuh atau bahkan tidak memakannya sama sekali.

"Temuan ini sangat mendukung pedoman diet saat ini yang merekomendasikan setidaknya tiga porsi harian [atau 48 gram] gandum utuh untuk meningkatkan kesehatan jangka panjang dan mencegah kematian dini," kata Qi Sun, asisten profesor di Departemen Nutrisi Harvard yang juga merupakan salah satu peneliti dalam studi itu, seperti dikutip dari hsph.harvard.edu, Rabu (15/6/2016).

Lebih terperinci, hasil penelitian itu menunjukkan bahwa orang yang makan gandum utuh 70 gram/hari, memiliki risiko kematian 22 persen lebih rendah dari total angka kematian, 23% lebih rendah dari kematian akibat kardiovaskular (CVD), dan 20% lebih rendah dari risiko kematian akibat kanker.

Para peneliti mencatat bahwa beberapa senyawa bioaktif dalam gandum utuh dapat berkontribusi untuk meningkatkan kesehatan dan kandungan serat yang tinggi dalam makanan tersebut dapat menurunkan produksi kolesterol dan respon glukosa serta memberikan rasa kenyang lebih baik.

Para peneliti juga merekomendasikan agar masyarakat memilih makanan yang kaya akan gandum utuh yang setidaknya memiliki ukuran 16 gram per penyajian, sembari mengurangi konsumsi karbohidrat olahan yang tidak sehat.

Untuk diketahui, penelitian meta-analisis tersebut merupakan penggabungan dari hasil 12 studi yang telah dipublikasikan, selain juga hasil-hasil studi yang tidak dipublikasikan dari National Health dan Nutrition Examination Survey (NHANES) III dan NHANES periode 1999-2004.

Penelitian ini tersebut dilakukan di Amerika Serikat, Inggris, atau di negara-negara Skandinavia antara tahun 1970 hingga 2010. Catatan kesehatan dari 786.076 partisipan dalam studi tersebut juga dimasukkan dalam analisis tersebut. Para peneliti menyampaikan hingga kini belum diketahui apakah temuan ini dapat digeneralisasi untuk populasi di luar lingkup wilayah penelitian tersebut, Amerika Serikat dan negara-negara Skandinavia.

Kendati demikian, studi yang dipublikasikan secara online pada 13 Juni 2016 di Circulation ini telah memperkuat temuan sebelumnya bahwa makanan gandum utuh dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular (CVD), diabetes, dan meningkatkan kesehatan usus.

Oleh: Agung DH
sumber : https://tirto.id/harvard-makan-gandum-utuh-kurangi-risiko-kematian-dini-bjqH, akses tgl 17/10/2019.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours