HASIL penelitian di Inggris menunjukkan bahwa memakan burger, keripik, dan kue akan memicu timbulnya program pada otak yang membuat Anda menginginkan lagi makanan yang mengandung banyak gula, garam dan lemak, sama seperti halnya kecanduan terhadap obat-obatan. 


Paul Kenny, ahli syaraf yang menyelenggarakan penelitian ini berupaya menunjukkan betapa berbahayanya makanan berlemak dan berkadar gula atau garam tinggi bagi kesehatan. "Bisa dikatakan keinginan untuk terus makan junk food termasuk kategori adiksi," katanya.

Para peneliti percaya ini merupakan penelitian pertama yang menyatakan bahwa otak bereaksi sama terhadap makanan cepat saji seperti halnya terhadap obat-obatan.

"Ini merupakan bukti paling komplit yang menyatakan bahwa obesitas dan kecanduan obat memiliki dasar neuro-biologis yang sama," kata Paul Johnson, salah seorang kolega Kenny.

Kenny, yang memulai penelitiannya di Rumah Sakit Guy di London dan kini bekerja di Institut Penelitian Scripp membagi tikus dalam tiga kelompok. Kelompok pertama diberikan makanan bergizi, kelompok kedua diberikan junk food dalam jumlah yang dibatasi, dan kelompok ketiga diberikan junk food tapi dalam jumlah yang tak terbatas, seperti kue keju, daging berlemak, dan cokelat.

Tak terlihat adanya efek buruk pada kelompok satu dan dua, tapi pada kelompok tiga, tikus-tikus menjadi gemuk dan mulai merasa mual.

Ketika para peneliti, dengan alat elektronik, menstimulasi otak yang mengontrol rasa senang, ditemukan, pada tikus yang memakan banyak junk food, mereka memerlukan stimulan lebih banyak untuk mencapai tingkat kesenangan yang sama dengan dua kelompok tikus pertama. (Pri/OL-06)

Penulis : prita daneswari
sumber : http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2010/10/04/3179/2/Keranjingan-Junk-Food-Setara-Kecanduan-Obat, akses tgl 06/10/2010.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours