Kopi Arabica dan Keunggulannya

Begitu istimewanya minuman ini menjadikan komoditi biji kopi mentah sangat berharga, menjadi komoditas dagang paling berharga nomor dua setelah minyak bumi di dunia saat ini. Dalam komoditas kopi dunia terdapat jenis kopi yang pastinya Kamu sudah tahu yaitu Kopi Arabika.


Kopi arabika ditanam di ketinggian 600–2000 meter dari permukaan laut dan memerlukan lebih banyak perhatian khusus serta harus ditanam di daerah yang dingin dengan iklim sub tropik (15° — 24°C). Kopi arabika juga memerlukan kelembaban, tanah yang subur, dan sinar matahari yang cukup. Oleh karena itu, biji kopi arabika sangat rentan diserang hama dan mudah rusak apabila tidak ditangani dengan baik.

Biji kopi arabika memiliki bentuk yang sedikit lebih besar dan oval, sedangkan kopi robusta lebih kecil dan bundar. Kopi arabika biasanya tumbuh antara 2.5–4.5 meter. Hampir 75% produksi kopi dunia adalah kopi arabika.

Para penikmat kopi menghargai jenis kopi arabika lebih dibanding jenis kopi lainnya. Faktor penentu mutu kopi selain jenisnya antara lain habitat tumbuh, teknik budidaya, penanganan pasca panen dan pengolahan biji.

Kopi Arabica Di Indonesia

Arabika atau Coffea arabica merupakan Spesies kopi pertama yang ditemukan dan dibudidayakan manusia hingga sekarang. Saat ini Kopi Arabika asli Indonesia mempunyai prospek cukup baik untuk memasuki kawasan Eropa khususnya Italia. kopi Arabika telah melampaui US$ 660 per ton.

Produksi kopi ini di seluruh dunia diperkirakan mencapai 70 persen dari seluruh jenis kopi. Kawasan produksi kopi di Indonesia diperkirakan sekitar 1,3 juta hektar, tersebar dari Sumatra Utara, Jawa dan Sulawesi.

Masing-masing varietas Kopi Arabika tersebut mempunyai fisik dan sifat agak berbeda satu sama lainnya. Provinsi Aceh dan Sumatra Utara adalah sentra kopi Arabika, walaupun produksinya masih berkisar 35 ribu ton setiap tahun. Jawa Timur adalah salah satu sentra produksi kopi Arabika yang juga cukup besar, dan akhir-akhir ini telah mengembangkan kopi Arabika karena dorongan permintaan pasar dunia cukup besar. Beberapa varietas kopi arabika memang sedang banyak dikembangkan di Indonesia antara lain kopi arabika jenis Abesinia, arabika jenis Pasumah, Marago, Typica dan kopi arabika Congensis.

Klasifikasi Kopi Arabika (Coffea arabica L.)

  •  Spesies : Coffea arabica L.
  •  Divisi : Spermatophyta
  •  Sub divisi : Angiospermae
  •  Kelas : Dicotyledoneae
  •  Marga : Coffea
  •  Bangsa : Rubiales
  •  Suku : Rubiaceae

Keunggulan Kopi Arabica

  •  Harga lebih mahal 2–3 kali dari kopi robusta.
  •  Menguasai 70% pasar kopi dunia
  •  Kafein rendah.
  •  Rasa asam dangan karakter rasa asli yang kuat.
  •  Tanaman kopinya hidup di dataran tinggi
  •  Kopi Arabika Indonesia termasuk salah satu kopi arabika terbaik di dunia karena karakter rasanya yang khas dan menjadi primadona di pasar kopi dunia.

Bagaimana Cara Mengenal Kopi Arabica ??

  •  Memiliki rasa asam yang tidak dimiliki oleh kopi jenis robusta.
  •  Aromanya wangi sedap mirip percampuran bunga dan buah. Hidup di daerah yang sejuk dan dingin.
  •  Rasa kopi arabika lebih mild atau halus.
  •  Kopi arabika juga terkenal pahit.
  •  Memiliki bodi atau rasa kental saat disesap di mulut.

Harga Kopi Arabika di Indonesia

Membicarakan harga kopi arabika per kg tentu tidak lepas dari kandungan yang ada di dalamnya. Dalam kopi arabika ini terdapat kandungan zat polifenol dan flavanoid yang bisa membuat tubuh menjadi rileks dan nyaman. Selain itu, di dalam buahnya juga mengandung zat saponin yang bisa merangsang sistem saraf pada tubuh. Tidak hanya biji kopinya saja yang banyak mengandung zat yang baik untuk tubuh, tapi dalam daun kopi arabika ini terdapat zat alkaloid yang bisa membuat tubuh menjadi segar kembali. Daun biji kopi arabika ini juga bisa dijadikan urapan atau lalapan.

Di Indonesia, ada 5 jenis kopi arabika yang sangat terkenal, diantaranya adalah kopi arabika Jawa, Sumatera, Toraja, Bali, dan Papua. Semuanya dinamai berdasarkan tempat asal dari biji kopi arabika ini, untuk harganya tentu saja berbeda-beda. Harga kopi arabika Jawa per kg nya dibandrol sekitar 180 ribu untuk jenis roast bean dan 85 ribu untuk green bean. Sedangkan kopi arabika dari Sumatera, harga perkilonya dibandrol 190 ribu untuk roast bean dan 100 ribu untuk Green bean. Lain lagi kopi arabika dari Toraja dan Papua harganya mencapai 500 ribu untuk roast bean dan 100 ribu untuk Green bean. Sedangkanharga kopi arabika per kg untuk kopi Bali, dipatok dengan harga 180 ribu untuk jenis roast bean dan 85 ribu untuk Green bean.

Karakteristik Kopi Arabika

Beberapa karakteristik kopi arabika secara umum, yaitu: rendemennya lebih kecil dari jenis kopi lainnya (18–20%), bentuknya agak memanjang, bidang cembungnya tidak terlalu tinggi, lebih bercahaya dibandingkan dengan jenis lainnya, ujung biji lebih mengkilap tetapi jika dikeringkan berlebihan akan terlihat retak atau pecah, celah tengah (center cut) dibagian datar (perut) tidak lurus memanjang kebawah, tetapi berlekuk, Untuk biji yang sudah dipanggang (roasting) celah tengah terlihat putih, untuk biji yang sudah diolah kulit ari kadang-kadang masih menempel dicelah atau parit biji kopi (Panggabean, 2011). Arabika mempunyai kandungan Chlorgenic Acid ( CGA ) 5.5% — 8%.

Secara fisik, kopi arabika mudah dibedakan dengan kopi robusta yang saat ini paling banyak ditanam di dunia. Batang kopi arabika lebih ramping lebih kecil dan lebih pendek dibandingkan robusta. Cabangnya lebih banyak, daun juga lebih kecil serta lebih ramping. Namun sebaliknya, kopi arabika lebih besar, dengan kulit lebih tebal. Produktivitas buah lebih rendah dibanding robusta. Kelebihan arabika dibanding robusta adalah, kadar kafeinnya lebih rendah, tetapi aromanya lebih kuat. Selain produktivitasnya yang lebih rendah, kelemahan lain arabika adalah adanya rasa masam yang dominan, yang tidak pernah terdapat pada robusta.

Namun rasa masam ini bisa diatasi dengan cara blendid (dicampur) dengan robusta,exelsa, maupun liberika. Dengan pencampuran demikian, akan diperoleh kopi dengan cita rasa sempurna. Sebenarnya tanpa pencampuran pun, cita rasa arabika tetap lebih unggul dibanding jenis kopi lain. Adanya rasa masam itu, bagi penikmat kopi sejati justru dijadikan acuan bahwa kopi yang diminumnya benar-benar kopi arabika asli. Bukan campuran. Sebab dibandingkan dengan keunggulan aromanya, rasa masam arabika itu masih bisa ditolerir oleh penggemarnya. Hanya karena produktivitasnya yang rendah, maka permintaan pasar tidak pernah bisa diimbangi oleh pasokan. Itulah yang menyebabkan harga biji kopi arabika selalu lebih tinggi dibanding robusta atau jenis kopi lainnya.

Septiantowulan
sumber : https://medium.com/@septiantowulan/kopi-arabica-dan-keunggulannya-abea60ae98e, akses tgl 06/10/2019.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.