Ubi jalar atau ketela rambat paling mudah ditemui di penjual gorengan. Mengonsumsi dua hingga tiga gorengan ubi jalar ketika tengah bekerja bisa mengurangi rasa lapar yang menyergap. Tapi selain digoreng atau direbus, banyak cara mengolah ubi jalar. Dengan demikian, ubi jalar menjadi naik kelas, bukan hanya makanan pinggir jalan. Ubi jalar dapat dimodifi kasi dengan tambahan aneka bahan, seperti daging, keju, telur, mentega, dan susu. Dengan bahan tambahan, ketela rambat ini ini mampu dibuat bika ubi jalar, cake ubi jalar, kue mangkok ubi jalar, schotel ubi jalar, talam ubi jalar, timus ubi jalar, ubi jalar panggang keju, dan masih banyak lagi kreasi makanan dari ubi jalar dengan hasil lebih enak ketimbang hanya dibuat secara sederhana.


Sayangnya, ubi jalar biasanya hanya dibuat menjadi gorengan, kolak, atau getuk. Memang ketiganya lebih praktis dan tidak menuntut banyak waktu ketimbang harus melakukan banyak modifikasi. Kolak, misalnya, sering dijumpai saat bulan puasa. Ketika puasa, biasanya ubi hadir dalam bentuk kolak. Ubi jalar dipadukan dengan pisang, kolangkaling, singkong, dan bahan makanan lainnya yang sering dipakai untuk pembuatan kolak. Ubi jalar bisa dipakai sebagai pengganti singkong dalam pembuatan getuk.

Makanan ini, di perdesaan, sering menjadi bahan sarapan. Pasalnya, getuk sangat mengeyangkan dan memiliki banyak kandungan gizi dan vitamin. Getuk dari ubi jalar memiliki kelebihan, yaitu tidak perlu banyak gula karena sudah manis. Tinggal menambahi gula sedikit saja dan parutan kelapa, getuk sudah dapat dibuat oleh orang perkotaan yang sibuk. Tinggal direbus kurang dari setengah jam, ubi jalar sudah matang.

hay/L-1 
sumber : http://www.koran-jakarta.com/berita-detail.php?id=81575, akses tgl 19/05/2011

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours