Racikan sambal Indonesia beraneka ragam di tiap daerah. Meski demikian, sambal tetap mampu diminati dengan cita rasa yang khas dan unik. Sambalado, sambal terasi, sambal matah, hingga sambal dabu-dabu itu adalah beberapa khas sambal nusantara yang memiliki cita rasa tersendiri.


Koki masakan gastronomi Indonesia, Ragil Imam Wibowo, menjelaskan cabai yang jadi bahan utama pembuatan sambal berasal dari Amerika Selatan yang dibawa penjajah Portugis dan Spanyol. Sesampainya di Indonesia, cabai diolah dengan bumbu dan bahan masyarakat setempat.

"Kemungkinan besar sambal salsa yang dibawa orang Portugis dan Spanyol itu dibuat dengan cara memasak orang Indonesia, mengadaptasi dengan rasa dan bahan yang ada di daerah sesuai dengan apa yang mereka memiliki," kata pria yang akrab disapa Chef Ragil itu kepada CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.

Ragil menilai adaptasi sambal dengan perpaduan bahan-bahan khas masyarakat setempat membuat rasa sambal menjadi makin nikmat. Ragil menyebut kunci kenikmatan sambal Indonesia terletak pada rasa yang seimbang.

"Enak, enggak enak itu sangat subjektif. Tapi yang jelas karena semua rasanya seimbang. Ada pedasnya, ada manis sedikit dari gula, ada segar dari perasan asam, ada pahitnya juga," ucap koki yang baru saja dinobatkan sebagai pemenang Asian Cuisine Chef of the Year dari World Gourmet Summit 2018.

Sementara itu, Chef Bara Pattiradjawane menilai kenikmatan sambal di berbagai daerah Indonesia berasal dari keunikan rasa yang berbeda dari setiap daerah di Indonesia.

"Yang bikin enak itu keunikannya. Dari timur sambalnya lebih segar dari perasan jeruknya dan cenderung diiris. Kalau di Jawa lebih berat dengan tambahan gula dan minyak. Di Sumatera kembali lagi banyak perasan jeruknya," tutur Bara.

Selain itu, keunikan rasa sambal juga berasal dari berbagai jenis cabai yang ada di Indonesia. Jenis cabai yang ditanam di wilayah Sumatera, Jawa, Sulawesi dan daerah lainnya memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

Chef Billy Kalangi menjelaskan aneka cabai seperti cabai merah, hijau, rawit di setiap daerah memiliki tingkat kepedasan yang berbeda. Tingkat kepedasan ini memberikan cita rasa yang unik dari sambal di tiap daerah.

"Dari sambel hijau, rawit atau gendot di Bandung punya tingkat kepedasan yang beda-beda. Ada juga yang merah jadi pedas beragam dan tak bisa disamakan tiap daerah," ujar Billy.

Melengkapi tips membuat sambal enak dari Ragil dan Billy, juri MasterChef Indonesia, Vindex Tengker juga mengungkapkan bahwa rahasia membuat sambal yang terpenting adalah kesegaran bahan bakunya.

"Pertama bahan-bahannya harus yang fresh, terutama terasi. Kedua, cara menghancurkannya juga harus diperhatikan baik itu secara tradisional diulek atau dihancurkan dengan blender itu juga berpengaruh pada enak tidaknya sambal itu," kata Vindex kepada CNNIndonesia.com. (rah/kid)

Puput Tripeni Juniman
Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180406212802-262-288979/rahasia-di-balik-nikmat-sambal-indonesia, akses tgl 26/10/2019.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours