Anak obesitas dinilai lucu, menggemaskan. Padahal, ini cikal bakal timbulnya penyakit metabolik.


Ahli Gizi Rumah Sakit PMI Bogor, Jawa Barat, dr Niken Churniadita K mengatakan masyarakat seringkali keliru, menganggap bayi yang terlihat gemuk dan menggemaskan identik dengan bayi sehat.

"Kadang kita lengah, anak obesitas dinilai lucu, menggemaskan. Padahal, ini cikal bakal timbulnya penyakit metabolik," kata Niken saat ditemui di Bogor, Senin.

Menurutnya, bayi yang terlihat menggemaskan tersebut belum tentu sehat dan ada kecenderungan obesitas. Untuk itu, Niken mengingatkan orang tua untuk memperhatikan asupan makanan dan gaya hidupnya sejak usia dini.

"Mengenalkan pola makan sehat sejak dini menentukan gaya hidup anak di masa depannya," katanya.

Menurut Niken, obesitas baik pada anak maupun dewasa cukup berbahaya, karena menimbulkan penyakit metabolik tubuh seperti kelebihan karbon dapat menimbulkan diabetes, kelebihan lemak dalam tubuh menyebabkan jantung, tekanan darah tinggi atau hipertensi, dan stroke.

"Semua jenis penyakit ini beresiko dapat menyebabkan kematian," katanya.

Ia mengatakan, salah satu penyebab obesitas adalah pola makan dan gaya hidup yang tidak memenuhi standar kesehatan.

Kondisi saat ini, masyarakat begitu mudah mendapatkan makanan cepat saji, dengan meningkatnya sosial ekonomi, pengaruh iklan makanan mendorong minat untuk mendapatkan makanan yang diinginkan.

"Contohnya makanan cepat saji itu, terbuat dari bahan-bahan olahan seperti tepung, porsinya dibuat besar, takaran protein, karbon maupun kalorinya melebihi batas yang diperbolehkan, semua berpotensi menimbulkan lemak," katanya.

Oleh: Rima Suliastini
Baca selengkapnya di https://tirto.id/bayi-gemuk-menggemaskan-picu-penyakit-metabolik-bwg4, akses tgl 04/11/2019.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours