Saat ini Vitamin Water atau minuman bervitamin adalah produk minuman yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi masyarakat, khususnya penggiat olahraga. Klaim sebagai produk yang mengandung berbagai vitamin dan mineral ini dipercaya dapat menyehatkan tubuh sehingga membuat banyak orang memilih untuk mengonsumsinya. Namun, sebenarnya seberapa bermanfaatkah minuman bervitamin ini? Benarkah minuman ini adalah jenis produk yang sehat dan aman untuk dikonsumsi dalam jangka panjang? Artikel berikut akan memberikan informasi kepada Anda mengenai vitamin water dengan jelas.


Vitamin water adalah jenis produk minuman yang diperkaya atau difortifikasi dengan kandungan vitamin dan mineral. Jenis minuman ini biasanya juga menggunakan warna yang identik dengan sumber aslinya yaitu buah-buahan. Misalnya, minuman yang diperkaya vitamin C akan berwarna kuning mengikuti warna jeruk. Selain itu, rasanya pun dibuat sedemikian rupa sehingga sangat mirip dengan rasa jeruk pada umumnya. Produsen produk-produk seperti ini biasanya mengklaim bahwa semua itu adalah warna dan rasa alami dari buah, bukan buatan. Sebagian produk mungkin benar seperti itu, tapi pada kenyataannya ada banyak produk yang menggunakan penguat rasa dan pewarna.

Dikarenakan klaimnya sebagai produk yang sehat, maka konsumen biasanya akan menerima mentah-mentah begitu saja dan tidak mengecek kembali kandungan gizi dari produk yang mereka beli. Bahkan, karena merasa aman sering kali jenis produk ini bahkan dikonsumsi secara berkala setiap harinya.

Sebenarnya tidak ada salahnya jika mengonsumsi minuman jenis ini, terutama untuk kondisi-kondisi tertentu seperti saat sedang sakit serta membutuhkan asupan vitamin yang lebih. Namun apabila dikonsumsi setiap hari dalam jumlah banyak dan dalam jangka waktu yang panjang tentunya akan mengakibatkan suatu masalah. Berikut ini beberapa masalah yang dapat ditimbulkan oleh vitamin water.

1) Kandungan gula yang tinggi

Baik disadari ataupun tidak, produk vitamin water biasanya memiliki kandungan gula yang cukup tinggi. Dalam 1 botol minuman berukuran 500 ml mengandung 120 kalori dan 32 gram atau hampir setara dengan 6 sendok teh gula. Selain itu, diketahui pula bahwa konsumsi minuman dengan pemanis jenis fruktosa lebih menimbulkan efek adiktif, sehingga orang yang mengonsumsinya sulit untuk berhenti. Hal ini tentunya akan menimbulkan kelebihan asupan kalori harian yang akan disimpan dalam bentuk lemak, terutama di area sekitar perut. Selain obesitas, risiko untuk timbulnya berbagai penyakit lain seperti penyakit jantung dan struk juga akan menjadi lebih tinggi.

2) Vitamin water mengandung mikronutrisi yang biasanya sudah terpenuhi

Kandungan vitamin yang difortifikasi dalam vitamin water biasanya adalah jenis vitamin B dan C. Beberapa produk lain juga ada yang mengandung vitamin A dan E, potassium, magnesium dan zinc dalam jumlah kecil. Sayangnya, jenis mikronutrisi yang terkandungan dalam vitamin water ini adalah jenis vitamin dan mineral yang biasanya sudah tercukupi kebutuhannya melalui makanan alami. Khusus untuk vitamin larut air seperti vitamin B dan C, jumlah yang berlebihan dari kebutuhan tubuh tidak akan disimpan, melainkan hanya akan dibuang bersama dengan urin. Selain itu, jumlah vitamin dan mineral yang dikonsumsi secara berlebihan dapat memperberat kerja ginjal, sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa dari konsumsi minuman jenis ini secara berlebihan dan terus menerus juga dapat mengganggu organ ginjal.

3) Adanya kandungan Erythriol

Erythriol adalah jenis pemanis yang berasal dari gula alkohol, contohnya sorbitol dan maltitol. Asupan gula alkohol yang berlebihan dapat menyebabkan gejala fisik seperti sakit perut, diare dan menimbulkan produksi gas berlebih pada perut.

Kesimpulan:

Vitamin dan mineral dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang terbatas, apabila Anda sudah mengonsumsi makanan secara beragam, maka kebutuhan mikronutrisi pun sebenarnya sudah terpenuhi. Untuk vitamin water sendiri kandungan gulanya tidak jauh berbeda dengan minuman tinggi gula pada umumnya. Meskipun produsen mengklaim bahwa ini adalah jenis produk yang sehat, sebagai konsumen yang bijak Anda tetap harus mengecek kembali komposisi dan kandungan gizi dari produk tersebut sebelum memutuskan untuk membeli dan mengonsumsinya, terutama untuk konsumsi dalam jangka panjang.

Writer : Tri Oktariani Putri, A.Md.Gz
Editor & Proofreader : Jansen Ongko, MS.c, RD

Referensi :

  1. Bjarnadoittir, A. 5 Reasons Why Vitamin water is a Bad Idea. https://authoritynutrition.com/5-reasons-why-vitaminwater-is-a-bad-idea/
  2. Intagliata, C. 2007. Is vitamin water good for you? http://scienceline.org/2007/12/ask-intagliata-vitaminwater/
  3. Is Vitamin water as Damaging as Coca-Cola? http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2010/07/17/how-nutritious-is-vitaminwater.aspx
  4. McDermott, A. 2016. Is vitamin water Good for You? http://www.healthline.com/health/food-nutrition/vitamin-water#1


sumber : https://www.apki.or.id/vitamin-water-bermanfaatkah/, akses tgl 10/11/2019.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours