Berpuasalah Agar Sakit Maag Sembuh


Spesialis penyakit dalam, yang juga konsultan penyakit lambung dan pencernaan FKUI-RSCM, Dr.H.Ari Fahrial Syam SpPD, mengaku masih terus mendapatkan pertanyaan dari pasiennya seputar gangguan pada lambung (maag) berupa  timbulnya rasa perih dan tidak nyaman di uluhati yang biasanya terjadi kalau makan terlambat. Padahal kalau berpuasa tidak ada makanan yang masuk selama 14 jam.

"Logikanya  rasa perih dan nyaman akan terjadi selama kita berpuasa, selama tidak ada makanan dan minuman yang masuk selama 14 jam tersebut. Begitu pertanyaan sejumlah pasien," ujar Ketua Bidang Advokasi PB.PAPDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia) itu, dalam penjelasan tertulisnya yang diterima JPNN, Senin (9/8).

Dijelaskan, penelitian yang dilakukan memang menunjukkan bahwa pada minggu pertama puasa orang normal akan mengalami peningkatan asam lambung setelah siang hari dan kadang-kadang keadaan ini menimbulkan rasa perih. Tetapi penelitian menunjukkan kondisi ini akan stabil setelah minggu kedua dan naik turun asam lambung akan kembali normal satu minggu paska puasa Ramadan. "Adanya peningkatan asam lambung ini tidak akan merusak dinding lambung. Oleh karena itu bagi masyarakat yang memang tidak mempunyai masalah dengan sakit maagnya, puasa Ramadan  tidak akan membuat lambungnya menjadi sakit dan sebaliknya secara keseluruhan tubuhnya akan menjadi sehat," terangnya.

Bagaimana dengan umat muslim yang mempunyai masalah dengan maagnya? Justru, lanjutnya, kepada mereka dianjurkan untuk berpuasa karena puasa akan menyembuhkan sakit maagnya. Kenapa bisa? Diterangkan, sebagian besar sakit maag yang ada di masyarakat adalah sakit maag fungsional yaitu pada pemeriksaan endoskopi tidak ditemukan kelainan yang bermakna pada saluran cerna atas. Sakit maag fungsional ini terjadi karena makan yang tidak teratur, konsumsi camilan untuk lambung yang tidak sehat seperti makan yang mengandung coklat dan keju serta makanan yang mengandung minyak, konsumsi kopi dan minuman bersoda sepanjang hari, merokok dan hidup dengan stress.

Pada kelompok yang sakit maag organik yaitu adanya luka dalam dikerongkongan, lambung dan usus dua belas jari juga tetap dianjurkan berpuasa tetapi tetap dengan minum obat. Karena tahapan awal dalam mengobati sakit maag adalah keteraturan makan, menghindari camilan dan makanan yang mengandung coklat, keju dan lemak serta menghindari stress melalui pengendalian diri.

"Hal ini bisa terwujud kalau kita menjalani puasa Ramadhan.Selama berpuasa makan kita menjadi teratur pada saat sahur dan berbuka. Hal ini susah kita lakoni jika kita tidak berpuasa karena kesibukan dan juga kemacetan dijalan sehingga waktu kita banyak habis dijalanan sehingga sering akhirnya  makan kita menjadi  tidak teratur. Kebiasaan camilan yang tidak sehat serta bagi yang merokok pasti akan mengurangi  kebiasaan yang tidak sehatnya ini  kalau mereka berpuasa," terangnya.

Dipaparkan, pengendalian diri merupakan hal yang harus dilakukan selama berpuasa. Bagi yang berpuasa diminta bukan saja menahan makan dan minum saja tapi juga diminta untuk bisa mengendalikan diri menghindari untuk marah, tidak bicara kotor, tidak membicarakan orang lain dan hal-hal lain yang tidak baik sebaiknya dihindari. Diminta untuk lebih banyak berzikir, membaca Al-Qur’an dan meningkatkan ibadah-ibadah lain. Rangkaian Ibadah ini tentu mempunyai hikmah agar jiwa kita tenang dan diri kita bisa lebih terkendali. "Pada akhirnya selama berpuasa ini diminta hidup kita lebih tenang dan ini kunci untuk terhindar dari stress dan juga tentunya akan mengurangi produksi asam lambung dan pada akhirnya sakit maagnya akan menjadi sembuh."

Bagaimana dengan obat-obatan? Disarankan, pada minggu pertama-tama untuk menghindari rasa nyaman yang tidak berlebihan pada masyarakat yang memang sudah mempunyai gangguan pada maagnya dianjurkan untuk mengkonsumsi obat penekan asam lambung seperti obat antagonis reseptor H2 (ranitidine,famotidine, simetidine,nizatidine) atau penghambat pompa proton (omeprazole,lansoprazole, rabeprazole, esomeprazole,pantoprazole). Sedang obat-obatan seperti antasida yang saat ini dipromosi secara luas baik melalui media cetak dan media elektronik, bukan obat yang mencegah agar tidak terkena sakit maag. Obat antasida hanya untuk menghilangkan gejala saja dan kerjanya hanya 6-8 jam. "Sehingga sebenarnya penggunaannya tidak bersifat umum hanya untuk menghilangkan gejala gangguan lambung yang timbul," ujarnya.

Pada keadaan apa yang memang sebaiknya tidak berpuasa? Ari Syam menjelaskan, pasien sakit maag yang sedang mengalami perdarahan lambung dengan gejala muntah darah atau buang air besar hitam, muntah berulang dan setiap makan muntah memang tidak diperbolehkan puasa. Bahkan mereka harus dirawat di rumah sakit untuk mengatasi gangguan sakit maagnya tersebut. Pasien dengan kanker saluran cerna juga tidak dianjurkan untuk berpuasa. "Jadi jelas kalau karena takut sakit maagnya kambuh kalau berpuasa, merupakan alasan-alasan yang dicari-cari agar tidak berpuasa," pungkasnya. (sam/jpnn)

sumber : http://www.jpnn.com/read/2010/08/09/69755/Berpuasalah-Agar-Sakit-Maag-Sembuh, akses tgl 31/08/2010.

Posting Komentar

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget