Toksisitas aluminium telah lama diketahui merusak sel-sel tanaman dan menghambat pertumbuhan tanaman. Aluminium banyak ditemukan di tanah yang terlalu asam, dan karena aktivitas manusia telah meningkatkan keasaman tanah di seluruh dunia, Keracunan aluminium telah menjadi penyebab utama rendahnya hasil panen di seluruh dunia.

Sementara efek aluminium pada tanaman diketahui secara luas, tepatnya bagaimana aluminium memasuki sel tanaman dan menyebabkan kerusakan tidak dipahami dengan baik. Dalam sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Frontiers in Plant Science, para peneliti di Universitas Tsukuba telah menemukan bahwa bagian integral dari dinding sel tanaman dapat berperan dalam melindungi tanaman padi dari aluminium tanah.

Studi ini berfokus pada Oryza sativa, spesies padi yang banyak ditanam di negara-negara Asia. Kelompok ini mengambil keuntungan dari galur mutan dari beras yang disebut star1 (Sensitive To Aluminium Rhizotoxicity 1). Seperti namanya, mutan sangat sensitif terhadap efek toksik aluminium, dan ujung akarnya tumbuh sangat buruk ketika aluminium berada di tanah. Strain mutan memungkinkan para peneliti untuk memisahkan bagaimana sel-sel tanaman padi merespon, pada tingkat molekuler, terhadap aluminium.

"Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa dinding sel entah bagaimana memainkan peran mekanistik dalam kerentanan aluminium, termasuk kemungkinan peran pektin," kata Hiroaki Iwai, penulis utama studi tersebut.

"Kami fokus pada pektin karena itu merupakan komponen polisakarida utama dari dinding sel, dan karena bukti sebelumnya menunjukkan bahwa sensitivitas star1 terhadap aluminium mungkin terkait dengan kekurangan pektin." terangnya lagi.

Untuk mengkonfirmasi bukti sugestif dari penelitian lain, para peneliti mengukur pektin di ujung tumbuh akar tanaman, tempat di mana aluminium dianggap membuat jalan ke pabrik. Dibandingkan dengan padi liar, mutan star1 memiliki kadar pektin yang lebih rendah. Hal ini tampaknya memengaruhi akumulasi aluminium di ujung akar: ketika ujung akar direndam dalam larutan aluminium, hanya ujung dari tanaman star1 yang menggunakan tingkat aluminium yang cukup tinggi. Bentuk liar tanaman padi itu rupanya dilindungi dari aluminium, dengan sangat sedikit unsur yang masuk ke dalam tanaman.

"Studi kami menunjukkan bahwa distribusi pektin di ujung akar, terutama di sel-sel perbatasan akar, memainkan peran penting dalam memberikan toleransi aluminium," penulis yang sama, Jun Furukawa menyimpulkan.

"Kami percaya bahwa pektin yang ditemukan di dinding sel memainkan peran yang sangat besar dalam menentukan apakah aluminium dapat menembus ke dalam sel di ujung akar. Pectin dengan demikian tampaknya berfungsi sebagai penghalang pelindung utama terhadap aluminium." tambahnya lagi.

Syahroni
sumber : https://life.trubus.id/baca/32901/ilmuan-ungkap-bagaimana-tanaman-padi-menghalangi-masuknya-alumunium-beracun, akses tgl 28/10/2019. 

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours