Puasa Untuk Detoks : MENU & PORSI MAKAN JADI KUNCI

Ada banyak cara melakukan detoksifikasi. Lewat puasa, salah satunya. Namun, puasa yang seperti apa agar racun di dalam tubuh dapat hilang?

Detoksifikasi, atau lebih dikenal dengan istilah detoks, menurut Konsultan Kesehatan dari Siloam Hospitals, Dr. Samuel Oetoro, M. S. SpGK, adalah menetralisir zat-zat berbahaya (toksin) yang masuk ke dalam tubuh manusia

"Jika kita mengonsumsi makanan yang mengandung suatu zat berbahaya yang akan ditolak oleh tubuh, maka tubuh memiliki kemampuan untuk menteralisirnya. Caranya, dengan menangkal zat-zat yang masuk pertama kali di dalam usus," terang Samuel

Jika kita banyak mengonsumsi makanan yang mengandung banyak serat, seperti buah-buahan dan sayuran, penyerapan zat berbahaya tersebut akan diganggu atau dihadang oleh serat kemudian akan dibuang keluar dari dalam tubuh. Oleh karena itu, lanjut Samuel, orang yang rajin dan banyak makan sumber makanan berserat, buang air besarnya akan lancar

Namun, jika zat-zat berbahaya itu terlanjur masuk ke dalam tubuh, ia tetap akan dinetralisir di dalam tubuh oleh liver atau hati. "Sebenarnya organ tubuh yang paling berfungsi mendetoksifikasi secara optimal itu adalah hati. Hanya saja, banyak orang menghubung-hubungkan antara makan serat, minum jus, dan puasa dengan detoks. Sebetulnya itu bukan detoks yang sesungguhnya, melainkan hanya usaha menangkal zat-zat bahaya yang baru masuk ke dalam tubuh saja

DETOKS DI HATI

Dalam dunia kedokteran, istilah detoks dipakai jika zat-zat berbahaya itu sudah terlanjur masuk ke dalam tubuh, kemudian ada proses penetralan di dalam tubuh. "Detoks itu, kan, kepanjangan dari de- yang artinya mengurangi atau meredakan (menetralisir), lalu tox (dari kata toxic atau racun) yaitu toksin atau zat berbahaya, sehingga detoks tidak lain proses untuk meredakan racun oleh hati," sambung Samuel

Setelah zat-zat berbahaya itu dinetralisir oleh hati, lalu ia akan disaring di dalam ginjal. Zat-zat yang berbahaya tentu akan dibuang menjadi feses, sementara zat-zat yang berguna akan masuk lagi ke dalam tubuh dan disebarkan ke seluruh sel yang ada di dalam tubuh manusia. Kemudian, zat-zat berbahaya yang tidak berguna yang sudah lebih dulu beredar di dalam darah, akan dibuang melalui kulit dalam bentuk keringat, serta udara melalui saluran pernapasan

Jadi, menurut Samuel, sebenarnya yang namanya detoks itu utamanya adalah di liver. Proses lainnya hanya tambahan saja, misalnya melalui saluran cerna di usus. "Oleh karena itu, jika saat ini banyak dipromosikan di mana-mana untuk minum jus atau mengonsumsi makan berserat dan puasa selama beberapa hari sebagai detoks, pada dasarnya itu sama-sama proses membuang zat-zat berbahaya

Selain hati, imbuh Samuel, detoksifikasi juga terjadi di sel-sel tubuh. Di dalam tubuh, seluruh sel-sel tubuh tidak pernah berhenti bekerja. Setiap hari ia terus aktif dan menerima segala jenis makanan yang masuk ke dalam tubuh

ATUR PORSI MAKAN

Lalu, apa hubungannya detoks dengan puasa?"Jika kita berpuasa,bahan makanan praktis akan berhenti masuk ke dalam tubuh dan aliran darah selama sekitar 14 jam.Dengan demikian,sel-sel tubuh ini diberi kesempatan untuk memetabolisme serta membuang zat-zat yang tidak berguna dan berbahaya dari tubuh kita

Ketika manusia mengisi tubuhnya dengan makanan yang buruk ke dalam tubuh, tubuh perlu diistirahatkan. Di sinilah pentingnya fungsi puasa, yaitu untuk menginstirahatkan sementara sel-sel dari menerima segala jenis makanan dan mengubah fungsinya untuk memetabolisme zat-zat di dalam tubuh. Oleh karena itu, kata Samuel, tak heran jika puasa sering kali berefek sebagai detoksifikasi

Akan tetapi, detoksifikasi dengan jalan puasa akan menjadi sia-sia saat berbuka puasa dan sahur mengonsumsi makanan yang tidak memenuhi kandungan gizi seimbang, atau makan seenaknya saja tanpa memerhatikan nilai gizinya. Itu sama saja dengan memasukkan zat-zat tak berguna ke dalam tubuh setelah berpuasa seharian

Oleh karena itu, Samuel memberi saran agar orang yang berpuasa dapat mengatur porsi makannya saat sahur dan berbuka. "Gampangnya, pada saat sahur makanlah sebanyak 40% dari porsi total makan sehari-hari kita, lalu 50% pada saat berbuka, dan 10% lagi menjelang tidur. Fungsinya, agar kita tetap memiliki cadangan makanan untuk esok harinya

Perhitungan ini, kata Samuel, agar orang yang memiliki berat badan ideal, akan tetap memiliki berat badan yang sama setelah menjalani puasa selama sebulan. "Sebab, pada dasarnya manusia tidak mengurangi aktivitasnya selama ia berpuasa. Apalagi bagi mereka yang aktivitasnya banyak, tetap memerlukan bahan makanan sebagai tenaga. Jadi, seharusnya makannya sama dengan kebiasaaan sehari-hari. Hanya jadwal makannya saja yang diubah

Menurut Samuel, perhitungan persentase makan saat sahur, buka, dan menjelang tidur haruslah memenuhi syarat gizi seimbang. Dengan kata lain harus ada karbohidrat, protein, lemak yang baik, serta cukup buah-buahan dan sayuran (makanan berserat)

"Yang terbaik adalah mengatur makanannya dan tetap dengan gaya makan yang sehat, memenuhi gizi seimbang, bebas kolesterol, mengurangi goreng-gorengan, makanan bersantan, dan kuning telur yang mengandung lemak yang buruk. Perbanyaklah makan sayuran, buah-buahan, ikan, daging ayam tanpa kulit. Kalau bisa, hindari makan daging merah, seperti kambing atau sapi

KONTROL GULA DARAH

Lalu bagaimana mengatur porsi makannya? Untuk sahur, kata Samuel, sesaat setelah bangun tidur disarankan minum air putih yang bersuhu sejuk. Kemudian makan besar, misalnya nasi, ikan, dan sayur. Lalu, 15-30 menit setelah sahur, Samuel menyarankan agar mengonsumsi makanan berserat tinggi, yaitu buah-buahan segar atau buah yang diblender tanpa campuran gula

Samuel menyarankan menjelang imsak meminum buah yang diblender, bukan dijus. Berbeda dengan dibuat jus, buah yang diblender masih mengandung kulit dan ampas buah secara utuh sehingga seratnya tidak hilang. Serat ini yang berfungsi memperlambat penyerapan bahan makanan yang sudah dimakan saat sahur

Penyerapan di dalam tubuh yang terjadi perlahan-lahan ini juga memperlambat penyerapan kadar gula darah. Sebaliknya, jika di saluran tak terdapat serat, penyerapan bahan makanan di dalam tubuh akan cepat. Sehingga akan mengakibatkan gula darah naik tinggi. "Gula darah yang naik dengan tinggi, akan turun juga dengan cepat. Akibatnya, tubuh lemas sebelum saat berbuka tiba," jelas Samuel

Karbohidrat kompleks juga dapat melakukan penyerapannya secara perlahan-lahan. Misalnya, nasi merah, atau roti gandum. Sayuran dan buah-buahan pun sebenarnya mengandung karbohidrat kompleks

Sebaiknya, jangan makan bubur saat sahur. "Meskipun enak disantap hangat-hangat di pagi hari, namun karbohidrat di dalam bubur sudah berubah ke arah karbohidrat simpleks yang penyerapan bahan makanannya sangat cepat. Sehingga nantinya akan membuat cepat lapar

HINDARI SANTAN

Selanjutnya, ketika saat berbuka tiba, Samuel menyarankan agar berbuka puasa dengan meminum jus buah bersuhu sejuk, jangan dingin. Minuman dingin akan menekan nafsu makan, atau memberi efek cepat membuat kenyang. Padahal, orang yang berpuasa harus tetap memiliki nafsu makan untuk memenuhi kebutuhan makanannya

Saran Samuel, yang terbaik adalah berbuka dengan minum jus buah, bukan kolak bersantan. "Pilihlah buah yang tinggi gula karbohidratnya, berupa fruktosa. Misalnya jeruk, melon, atau semangka, yang akan membuat kadar gula darah normal lagi

Berbuka puasa juga dapat diganti dengan makan beberapa butir kurma, yang terbukti mengandung serat tinggi. Pilihlah buah kurma yang masih ada tangkainya, kulitnya masih terlihat segar, rasanya renyah dan tidak terlalu manis. Maksimal lima buah saja sudah cukup. "Jangan memilih kurma yang sudah benyek dan rasanya terlalu manis, karena kurma seperti itu mengandung glukosa yang akan berefek buruk bagi tubuh." Nah, siap berpuasa?

PUASA SEHAT TANPA LEMAS
  1. Makan sehat. Makanlah dengan menu seimbang, lengkap dengan karbohirat, lemak yang baik, protein, vitamin, minenal, dan serat. Perbanyak makan buah dan sayur
  2. Ada yang perlu dihindari. Hindari makanan mengandung gula tinggi, gorengan, dan kuning telur, karena mengandung lemak buruk. Udang, cumi-cumi, kerang, kepiting, jeroan, otak, dan hati yang mengandung kolesterol tinggi, daging merah lebih baik dihindari. Perbanyak makan ikan dan daging ayam tanpa kulit
  3. Porsi cukup. Jangan "lapar mata" melihat banyak jajanan menjelang buka puaua. Atau "balas dendam" dengan terlalu banyak makan saat berbuka. Puasa artinya menahan diri dari segala nafsu
  4. Untuk diet. Idealnya, usai berpuasa berat akan turun 1-2 kg. Minimal, bagi pemiliki berat badan ideal akan sama berat badannya. Bahkan bagi yang kegemukan, usai berpuasa seharusnya bisa turun hingga 3 kg
  5. Tetap olahraga. Lakukan olah raga ringan, yang sifatnya maintenance, 1-1,5 jam menjelang berbuka puasa selama maksimal 30 menit saja
  6. Diteruskan. Fungsi puasa sebagai detoks akan lebih afdol jika diterapkan ke kehidupan sehari-hari. Misalnya puasa seminggu satu atau dua kali
< Dokumen Nova >
Sumber : http://www.bmf.litbang.depkes.go.id/index.php?option=content&task=view&id=176&Itemid=2, akses tgl 20/01/2010.

Posting Komentar

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget