Memasuki usia 40-an, pria dan wanita cenderung mudah mendapat perut buncit. Selain faktor hormon dan usia, gaya hidup juga mempengaruhinya.

Saat ditekan, ada perut buncit yang terasa keras dan adapula yang lembek. Mengapa demikian?

"Perut buncit yang keras biasanya disebabkan karena tumpukan lemak lebih banyak di bagian dalam organ tubuh manusia," jelas ahli gizi dan olahraga Jansen Ongko kepada detikcom.

"Penyebabnya adalah kadar hormon kortisol yang sangat tinggi, suka minum minuman mengandung alkohol, sindrom iritasi usus, dan terlalu banyak ngemil makanan tidak sehat tinggi lemak trans," sambungnya.

Untuk mengatasinya, Jansen menyarankan tidur cukup dan jangan begadang. Tidur yang berkualitas akan mendorong pelepasan hormon leptin yang mengatur metabolisme serta nafsu makan.

Sementara itu, perut buncit yang bergelambir merupakan lemak yang mengisi bagian bawah kulit yang cirinya adalah 'luber' hingga ke sisi tubuh. Penyebabnya adalah tubuh yang kurang bergerak.

"Cara mengatasinya dengan perbaiki pola makan, hindari makanan tinggi gula. Perbanyak daging, sayur-sayuran serta sumber lemak sehat. Selain itu jangan lupa luangkan waktu untuk rutin berolahraga," pungkas Jansen.

Nabila Ulfa Jayanti 
sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4761460/serupa-tapi-tak-sama-kenali-beda-perut-buncit-keras-vs-lembek, akses tgl 27/10/2019.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours