Minuman fermentasi tradisional sudah ratusan tahun dikonsumsi. Selain enak, minuman ini ternyata kaya nutrisi yang menyehatkan.


Proses fermentasi pada makanan dikenal sebagai cara untuk mengawetkan makanan. Proses fermentasi ini ternyata juga memberikan pertumbuhan bakteri baik pada usus.

Di Indonesia ada banyak olahan yang terbuat dari hasil fermentasi. Selama ini kita mengenal bahwa makanan saja yang dapat difermentasi. Namun, ada juga minuman yang dihasilkan dari proses fermentasi.

Minuman fermentasi tersebut merupakan minuman tradisional yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Meski tidak begitu populer seperti makanan tradisional lainnya, tetapi minuman fermentasi tersebut masih ada dan dinikmati hingga sekarang.

Setiap daerah di Indonesia bahkan memiliki olahan minuman fermentasi unik. Yang populer adalah minuman fermentasi yang berasal dari Jawa dan Bali. Seperti legen dari daerah Jawa dan brem dari pulau dewata.

Minuman fermentasi itu tidak hanya menyegarkan, tetapi juga memiliki banyak khasiat untuk kesehatan tubuh. Sebab di dalamnya terdapat berbagai kandungan nutrisi penting. Berikut 3 minuman fermentasi tersebut.

1. Air Tape Ketan

Air tape ketan dihasilkan dari fermentasi beras ketan yaitu ketika beras ketan hitam dan ketan merah difermentasi seperti pada proses pembuatan tape uli. Proses fermentasi itu dilakukan selama dua hari lamanya. Setelah itu, tape ketan itu akan menghasilkan cairan.

Nah, cairan itu yang kemudian disaring untuk dimanfaatkan. Biasanya air tape sering dimanfaatkan sebagai campuran bumbu masakan agar rasanya semakin lezat. Air tape ketan mengandung nutrisi seperti energi, kalori, protein, serat, asam folat, vitamin E, zat besi dan lainnya.

Khasiat air tape ketan antara lain menurunkan kolesterol dalam tubuh, mengobati penyakit anemia, mencegah kanker, melancarkan sistem pencernaan, hingga mengobati penyakit ambeien.

2. Air Legen

Airlegen merupakan air yang dihasilkan dari sari buah lontar, kelapa atau pohon aren. Salah satu yang populer adalah airlegen dari buah lontar. Sekilas,tampilannya mirip seperti air kelapa pada umumnya.

Untuk menghasilkan air legen dari pohon lontar dipilih pohon siwalan atau pohon lontar betina. Pohon lontar betina itu memiliki bunga berbentuk sulur. Nah, sulur bunga itulah yang dipotong sedikit demi sedikit untuk disadap cairannya.

Getah atau cairan tersebut lalu ditampung di dalam tabungi batang bambu. Proses penyadapan bisa memakan waktu semalaman. Getah itulah yang nantinya dijadikan air legen.

Biasanya air legen ini banyak ditawarkan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Masyarakat di sana biasa menjadikan air legen sebagai minuman isotonik, karena dapat memberikan khasiat untuk kesehatan tubuh.

Air legen dari pohon lontar mengandung mineral, vitamin, protein, fosfor, zat besi dan lainnya. Khasiatnya dapat meningkatkan fungsi ginjal, mendehidrasi tubuh, merawat kulit hingga memperbaiki kualitas sperma.

3. Brem Bali

Di Bali ada minuman yang terbuat dari hasil fermentasi ketan yang disebut brem. Ketan hitam dan ketan putih dipakai sebagai bahan utama yang difermentasi dengan ragi tape. Keduanya dicampur dan disimpan selama kurang lebih lima hari hingga berubah bentuk menjadi tape.

Kemudian, tape itu diremas-remas untuk menghasilkan air sarinya. Cairan itu kemudian ditambah lagi dengan ragi dan disimpan selama 15 hari. Jika ingin meningkatkan kadar alkohol bisa disimpan selama 6 hingga 8 bulan.

Karena hasil dari fermentasi, brem mengandung alkohol. Selain itu juga mengandung beberapa unsur lainnya seperti gula pereduksi gas karbondioksida dan juga sedikit asam organik.

Brem sangat berkhasiat untuk kesehatan tubuh. Kadar alkohol yang rendah dapat mengurangi risiko serangan jantung, penyumbatan aliran darah akibat peradangan hingga membuat kulit wajah lebih halus.

Riska Fitria
sumber : https://food.detik.com/info-kuliner/d-5067636/3-minuman-tradisional-hasil-fermentasi-ini-kaya-khasiat-sehat/, akses tgl 30/06/2020.
Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours