Makanan fermentasi sudah dikenal sejak berabad-abad lalu. Makanan ini pada umumnya sering kita jumpai, namun terkadang kita tidak sadar bahwa makanan atau minuman yang kita konsumsi merupakan salah satu makanan fermentasi. Makanan fermentasi sendiri dibuat dengan proses fermentasi. Menurut Menurut Jay dkk. (2005), fermentasi adalah proses perubahan kimiawi, dari senyawa kompleks menjadi lebih sederhana dengan bantuan enzim yang dihasilkan oleh mikrobia. Aktivitas enzim yang berperan dalam proses fermentasi diantaranya enzim amilase, protease dan lipase. Enzim-enzim tersebut akan menghidrolisis polisakarida, protein dan lemak pada pangan  menjadi komponen-komponen sederhana seperti asam, alkohol, karbon dioksida, peptida, asam amino, asam lemak dan komponen-komponen lainnya. Adanya pemecahan komponen tersebut akan berpengaruh terhadap tekstur, aroma dan cita rasa makanan sehingga dihasilkan produk yang berbeda dengan produk awal.

Penambahan mikrobia pada makanan pada umumnya bertujuan untuk mencegah kerusakkan pada makanan sehingga makanan menjadi  lebih awet dan tahan lama. Namun seiring berjalannya waktu,  makanan fermentasi yang  dibuat saat ini juga bertujuan untuk memperoleh  manfaatnya bagi kesehatan salah satunya bagi saluran perncernaan. Adanya proses pemecahan komponen yang kompleks menjadi komponen yang lebih sederhana menyebabkan makanan fermentasi lebih mudah dicerna daripada bentuk awalnya. Selain itu, adanya  bakteri baik (probiotik) yang terkandung dalam makanan juga dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan dan mencegah munculnya penyakit-penyakit degeneratif yaitu penyakit yang muncul akibat adanya kemunduran fungsi sel seperti stroke dan diabetes.

Menurut Rahayu (20014), kandungan gizi pada beberapa makanan  fermentasi akan mengalami peningkatan. Salah satu contohnya dapat kita lihat pada yoghurt yang memiliki nilai gizi lebih tinggi daripada bahan bakunya yaitu susu. Beberapa contoh makanan fermentasi lain yaitu pada tempe, keju, nata de coco, tape, kecap dan masih banyak lagi. Melihat manfaatnya yang besar bagi kesehatan, tak heran jika makanan fermentasi terus mengalami perkembangan dan menjadikannya sebagi tren gaya hidup sehat masa kini.

Referensi
  • Jay, J.M.J.Loessner, & D.A.Golden. 2005. Modern Food Microbiology. 7th ed. Springer Science, New York:XX+790 hlm.
  • Rahayu. SR. 2004. Makanan Fermentasi dan Probiotik. Pusat Studi Pangan dan Gizi.  Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta

Oleh : Hanik Rahmatin
sumber : https://makanan-fermentasi.tp.ugm.ac.id/2017/10/29/apa-itu-makanan-fermentasi/, akses tgl 27/06/2020.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours