Kelelawar ialah mamalia terbang yang biasa keluar di malam hari mencari makanan. Sebagian penduduk Indonesia meyakini mengkonsumsi daging hewan ini dapat mengobati penyakit penyempitan paru-paru (asma). Lalu bagaimana hukum mengkonsumsinya dalam pandangan Islam?

Al-Quran sendiri memang tidak pernah menyebut larangan memakan daging kelelawar. Namun dalam kitab At-Tibyan li Maa Yuhallal wa Yuharram min al-hayawan karya Imam Syihabuddin Asy-Syafii  menyebutkan bahwa pendapat masyhur dari madzhab Syafii menyatakan keharaman kelelawar untuk dikonsumsi. Dalam kitab Al-Majmu Syarah Muhadzdzab karya Imam Nawawi disebutkan juga bahwa madzhab Syafii menyatakan pengharaman kelelawar untuk konsumsi.

Pengharaman kelelawar tersebut berdasar dari Hadits riwayat Abu Daud, “Rasulullah SAW. melarang membunuh kelelawar.” Dari Hadits tersebut Imam Syihabudin menyatakan, “Apa yang dilarang untuk dibunuh, berarti tidak boleh dimakan.”

Namun apabila maksud pengkonsumsian kelelawar untuk berobat, maka terdapat perbedaan pendapat antar ulama. Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah mengharamkan penggunaan kelelawar sebagai obat berlandaskan dari Hadits riwayat Bukhari dan Baihaqi, “Sesungguhnya Allah tidak menjadikan obat bagimu pada apa-apa yang diharamkan Allah atasmu.”Sedangkan Yusuf Al-Qaradhawi membolehkan berobat dengan benda haram apabila dalam keadaan darurat, berlandas pada kaidah Fiqhiyyah, “Keadaan darurat membolehkan yang terlarang.”

Namun dalam perkara ini lebih baik bagi kita untuk menghindari yang haram dengan terus mencari obat yang halal seperti dikutip dari halalmui.org.

Posted By: Isti Hong
sumber : http://www.halhalal.com/memakan-kelelawar-untuk-obat-halalkah/, akses tgl 18/11/2019. 

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours