Mengkonsumsi makanan yang tidak sehat, bisa menyebabkan manusia menderita berbagai macam penyakit. Gaya hidup tersebut menjadikan jumlah penderita  penyakit kronis seperti atheroschlerosis (penebalan arteri karena plak), jantung koroner, diabetes mellitus, dan kanker, semakin meningkat.

Penyakit-penyakit itu berpotensi menjadi penyebab utama kematian. Penderitanya bukan hanya dari kalangan perkotaan, tapi juga masyarakat perdesaan. Penyakit-penyakit dimaksud, menyebabkan  kerusakan sel dan jaringan dalam jangka panjang.

Salah satu upaya untuk mencegah penyakit tersebut adalah dengan mengatur pola makan. Tidak hanya pola makannya saja yang diatur, tetapi juga makanan yang dikonsumsi juga harus sehat, aman, dan bergizi. Oleh karena itu, tren makanan masa depan adalah makanan fungsional.

Menurut Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BP POM), yang dimaksud dengan makanan fungsional adalah makanan yang mengandung satu atau lebih senyawa. Di mana senyawa-senyawa tersebut mempunyai fungsi-fungsi fisiologis yang bermanfaat untuk kesehatan.

Agar bisa masuk dalam kategori makanan fungsional, selain bisa dinikmati makanan tersebut tidak memberikan kontra indikasi dan efek samping terhadap metabolisme zat gizi lainnya. Makanan fungsional juga menarik dari sisi  warna, tekstur, dan cita rasa.

Harga makanan fungsional juga harus  terjangkau, sehingga  bisa dikonsumsi oleh semua lapisan masyarakat. Salah satu contoh makanan fungsional adalah tempe, yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Selain dikonsumsi sebagai lauk, tempe juga diolah menjadi camilan teman minum teh.

Tingginya kandungan protein pada tempe, menjadikan makanan yang  dibuat dari kacang kedelai ini sangat baik digunakan untuk mencukupi kebutuhan protein sehari-hari. Selain protein, tempe juga mengandung lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral.

Tempe juga bermanfaat sebagai antibiotik untuk mencegah infeksi dan berbagai penyakit degeneratif. Kemampuan dalam mencegah proses oksidasi, menjadikan tempe dapat mencegah penuaan dini.

Sayangnya masih ada yang masih menganggap tempe sebagai makanan ‘ndeso’. Untuk menghilangkan stigma tersebut sebenarnya cukup mudah. Sebab tempe bisa diolah menjadi makanan keren dengan harga terjangkau. Akhir-akhir ini sudah banyak yang membuat steak tempe, burger tempe, dan sate tempe.

Kendala yang sering dikeluhkan adalah masa simpan tempe yang relatif singkat. Apalagi dalam memenuhi permintaan ekspor, yang membutuhkan proses lama untuk sampai di tangan konsumen.

Solusinya adalah mengemas  tempe dalam kaleng menggunakan teknologi vakum. Dengan teknologi tersebut, dapat dipastikan masa simpan tempe bisa lebih lama, bahkan hingga beberapa bulan. Tempe dalam kaleng juga bisa dibuat dengan berbagai  rasa, seperti rasa kari, bawang, atau plain (rasa tempe asli).

Di Indonesia ada beberapa perusahaan yang memproduksi tempe dalam kaleng, kebanyakan pasarnya adalah negara-negara asia dan eropa. Tempe dalam kaleng juga diproduksi oleh banyak perusahaan di berbagai negara.

Kelebihan lain dari tempe dalam kaleng adalah mudah dalam penyajian, tinggal memanaskannya dan langsung dikonsumsi. Apabila ingin membuat  steak tempe atau burger tempe,  bisa langsung diolah dengan mudah.  (Rahajeng Ayu)

By gemahripah
sumber : https://gemahripah.co/food/tempe-kaleng-makanan-fungsional-yangtahan-lama-dan-mudah-dalam-penyajian/, akses tgl 23/06/2020.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours