Banyak kuliner ekstreme yang disebut-sebut memiliki khasiat untuk meningkatkan stamina pria. Termasuk daging penyu yang jadi kontroversi di masyarakat.


Seorang pemilik restoran di Jimbaran, Bali diamankan pihak kepolisian karena menjual dan menyajikan daging penyu hijau. Daging hewan dilindungi ini ditemukan dalam bentuk potongan. Jumlahnya tak tanggung-tanggung, di dalam area restoran bahkan ditemukan 12 ekor penyu hijau yang masih hidup dan siap dipotong-potong.

Temuan soal penyu hijau yang diduga akan dijadikan makanan ini kemudian membuat banyak orang geram. Mitos yang berkembang di masyarakat menyebutkan kalau daging penyu bisa memancing stamina pria.

Hal inilah yang menjadikan orang-orang berburu penyu untuk diambil dagingnya dan dijadikan makanan. Padahal meningkatkan stamina pria dengan daging penyu hanyalah mitos belaka.

Berikut beberapa fakta dan mitos seputar konsumsi daging penyu.

1. Mitos meningkatkan vitalitas

Banyak orang percaya kalau mengonsumsi daging dan telur penyu bisa meningkatkan stamina pria. Anggapan ini berkembang di masyarakat Indonesia, jadi tak heran banyak orang mencari penyu secara diam-diam untuk membuktikan khasiatnya.

Di beberapa daerah tempat penyu hidup, masyarakat mencoba memburu penyu yang sedang siap bertelur. Sadisnya lagi, bukan hanya penyu yang ditangkap untuk diambil dagingnya tapi juga telurnya ikut jadi santapan demi membuktikan mitos.

2. Penyu tinggi protein

Mirip dengan berbagai hewan laut lainnya, penyu juga mengandung protein yang sangat tinggi. Namun sayangnya protein dalam penyu ini sulit dicerna oleh tubuh manusia. Dilansir dari Mongabay (29/6) masih banyak oknum yang menjajakan daging dan telur penyu demi kepentingan pribadi.

Peneliti Kelautan dan Dosen Universitas Andalas Padang mengatakan perdagangan penyu masih banyak terjadi di Sumatera Barat. Kota Padang bahkan jadi pusat perdagangan telur penyu. Meski efeknya tidak dirasakan langsung tapi konsumsi daging penyu berbahaya bagi tubuh.

3. Penyu membawa penyakit

Daging penyu memiliki dampak buruk jika dikonsumsi secara berlebihan. Beberapa kasus kematian bahkan pernah terjadi akibat konsumsi daging penyu.

Dokter hewan sekaligus pakar konservasi dari Universitas Udayana Denpasar mengatakan penyu laut membutuhkan berbagai jenis habitat selama kelangsungan hidupnya. Hal ini membuat penyu rentan terpapar berbagai penyakit.

Penyu diketahui bisa hidup di laut, kemudian ke pantai saat akan bertelur, lalu hidup di perairan dangkal dan ada juga yang menjelajah ke seluruh samudera. Hal yang menyebabkan keracunan usai makan daging penyu adalah karena kontaminasi bakteri dan virus.

4. Kematian akibat konsumsi penyu

Kasus kematian akibat rutin mengonsumsi penyu pernah terjadi pada satu keluarga di Raja Ampat, Papua. Adanya kasus ini membuktikan kalau penyu bukan memberi khasiat kesehatan atau meningkatkan stamina tapi justru membahayakan.

Penyu diketahui memiliki durasi kawin yang panjang. Sepasang penyu jantan dan betina bisa menghabiskan waktu hingga 6 jam untuk kawin. Hal ini yang kemudian memancing orang untuk mengonsumsi daging penyu dengan tujuan meningkatkan stamina.

Korelasi antara kebiasaan kawin penyu dan khasiat dagingnya ternyata sama sekali tidak terbukti. Penyu bahkan diketahui mengandung logam berat yang berbahaya jika masuk ke dalam tubuh manusia.

Devi Setya
sumber : https://food.detik.com/info-kuliner/d-5073179/daging-penyu-meningkatkan-stamina-pria-mitos-atau-fakta, akses tgl 30/06/2020.

Share To:

PERSAGI Bandung

Post A Comment:

0 comments so far,add yours